Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PETUALANG WANITA PERTAMA YANG MELINTASI ANTARTIKA SEORANG DIRI

Ada banyak petualang es di dunia, tapi Laurence de la Ferriere menempati posisi yang istimewa. Ia adalah petualang wanita pertama dan satu-satunya yang menyeberangi Kutub Utara seorang diri. Ia juga adalah pendaki gunung berbakat, memuncaki Everest, Nanga Parbat dan Yalung Kang tanpa support tabung oksigen.

Profil Wanita Pertama yang Melintasi Antartika Secara Solo

Source: L'equife

Laurence de la Ferriere dilahirkan di Maroko, tepatnya di Casablanca, pada tanggal 16 Maret 1957. Pada tahun 1965, de la Ferriere dan keluarganya memutuskan untuk meninggalkan Maroko dan pulang ke negara asal mereka, Perancis. Di Perancis, Laurence dan keluarganya tinggal di kota Lyon, dan di kota tersebut pada kisaran usia sekolah menengah, Laurence de la Ferriere kemudian berkenalan dengan dunia alpinis dan pendakian gunung.

Selain menemukan minatnya yang ternyata sangat besar dalam dunia pendakian gunung, de la Ferriere juga ‘menemukan’ calon suaminya dalam aktivitas tersebut. Bernard Muller yang merupakan seorang pendaki gunung Perancis yang cukup populer pada masa itu, kemudian mengajak Laurence untuk mendaki beberapa gunung di sekitar Perancis dan juga di berbagai belahan dunia lainnya.

Akan tetapi alasan utama saya memasukkan nama Laurence de la Ferriere dalam daftar utama buku Dewi Gunung ini sebenarnya bukan karena kemampuannya memecahkan dua kali rekor pendakian tanpa tabung oksigen di Himalaya. Alasan ini bukan pula karena pendakiannya di Yalung Kang, Kangchenjunga, Everest, atau pun Annapurna dan Nanga Parbat.

Source: Kompasiana

Akan tetapi alasan terbesar mengapa nama Laurence de la Ferriere ada dalam bab khusus buku ini adalah karena apa yang ia lakukan pada kurun waktu antara bulan November 1996 hingga bulan Januari 1997, di mana ia menyeberangi Antartika yang luas seorang diri.

Dan hebatnya pada kurun waktu November 2009 hingga Februari 2000, pencapaian ini digandakan kembali oleh de la Ferriere dengan menempuh jarak yang lebih jauh dan mengeksplorasi padang es yang sama sekali belum pernah disentuh manusia.

Ketangguhan, keberanian, dedikasi, kompetisi dan komitmen yang luar biasa adalah bagian utama dalam perjalanan de la Ferriere. Dengan apa yang ia lakukan tersebut, menjadikan ia sebagai perempuan pertama di dunia dan satu-satunya wanita yang pernah meyeberangi keseluruhan wilayah Antartika secara solo dan unsupported. Laurence mengangkut sendiri perbekalannya seberat 140 kg menggunakan sledge, satu-satunya peralatan yang membuatnya terhubung dengan peradaban adalah sebuah telepon satelit yang ia bawa.

Istimewa dari yang Istimewa

Peta rute perjalanan dan eksplorasi solo Laurence de la Ferriere di Kutub Selatan pada tahun 1996 – 1997 dan tahun 1999 – 2000 - Sumber foto: Lesechoes

Kita mungkin mengenal banyak sekali petualang kutub yang terkenal, baik pria mau pun wanita. Dari Roald Amundsen sampai Cecilie Skorg, dari Park Young Seok hingga Naomi Uemura, dari yang menggunakan ski hingga yang murni berjalan kaki.

Dari sekian banyak para pesintas es yang luar biasa ini, tentu masing-masing memiliki prestasi yang signifikan jika diukur berdasarkan region wilayah mereka masing-masing. Artinya hampir setiap pesintas es di Kutub Bumi adalah orang-orang tangguh yang populer di negara mereka masing-masing.

Namun di antara demikian banyak nama ini, tentu saja ada nama yang memang benar-benar istimewa dalam pencapaiannya. Baik istimewa karena jarak yang ia tempuh, peralatan yang ia gunakan, atau gaya dalam melakukan perjalanannya. Dan dalam kategori ini, Laurence de la Ferriere memiliki nilai lebih yang cukup komplit.

Ia menempuh jarak lebih dari 3000 kilometer yang bahkan setengahnya belum pernah dieksplorasi, ia juga hanya menggunakan sepasang ski dan sledge untuk perbekalan, sementara pilihan gaya, Laurece de la Ferriere melakukannya seorang diri, soloing, tanpa bantuan, tanpa anjing penarik, dan benar-benar tanpa teman.

Tantangan Penjelajah Solo

Laurence de la Ferriere saat mencapai kutub selatan pada perjalanan solonya yang pertama tahun 1996-1997. - Sumber foto: Un Monde d’Adventures

Dengan pilihan perjalanan seperti ini, menjadi wajar kemudian mengapa nama Laurence de la Ferriere mendapatkan tempat yang istimewa. Untuk gaya perjalanan yang ia pilih, itu benar-benar sebuah style petualangan dengan risiko yang sangat serius. Bukan hanya wanita yang sangat sedikit tertarik  melakukannya, namun para pria juga tidak banyak yang mampu melakukan perjalanan tersebut. Selain alam dan padang es terbuka dengan suhu dinginnya yang bisa melorot hingga minus 50° C, seorang petualang solo juga harus menghadapi kesendirian, keterasingan, kesepian, kehampaan, di samping tantangan alam yang buas dan tak kenal ampun.

Meskipun Laurence de la Ferriere lebih populer dengan pencapaiannya di Kutub Selatan atau Antartika, namun dalam dunia mountaineering ia juga sangat signifikan mencetak prestasi. Tahun 1984 Laurence telah mencapai puncak Yalung Kang pada tanggal 20 Oktober.

Yalung Kang sendiri merupakan sebuah puncak di gunung Kangcenjunga yang berdiri dengan elevasi 8505 meter, meskipun bukan merupakan puncak utama dari Kangchenjunga, namunYalung Kang juga merupakan puncak signifikan di atas gunung tertinggi ketiga di dunia tersebut.

Yang membuat prestasi Laurence de la Ferriere di Yalung Kang sangat prestisius adalah karena ia melakukan pendakiannya tanpa menggunakan tabung oksigen. Dan untuk pencapaian ini de la Ferriere telah membuat sebuah rekor ketinggian untuk pendaki wanita yang mendaki tanpa menggunakan bantuan tabung oksigen. Dan menariknya pada tahun 1992, rekor ini dipecahkan kembali oleh de la Ferriere sendiri dengan berhasil pula di Everest hingga ketinggian 8700 meter tanpa menggunakan tabung oksigen.

Jejak di Atas Gunung

Source: Huffington Post

Untuk gunung dengan ketinggian di atas 8000 meter, Laurence de la Ferriere setidaknya telah mendaki Everest, Yalung Kang, Annapurna, Nanga Parbat, Gasherbrum II dan juga Broad Peak.

Sementara gunung populer lain yang juga pernah didaki oleh de la Ferriere antara lain adalah Aconcagua, Denali, Kilimanjaro, Carstensz Pyramid dan masih banyak lagi. Dan seperti halnya para pendaki gunung besar lainnya, de la Ferriere juga menulis banyak buku yang menceritakan berbagai macam petualangannya yang luar biasa.

Pencapaian dan Warisan

Source: France Bleu

  • 1984 mencapai puncak Yalung Kang atau Kangchenjunga Barat. Membuat rekor sebagai pendaki gunung wanita pertama yang mencapai ketinggian 8.505 meter tanpa tabung oksigen.
  • 1984 ekspedisi di Annapurna I
  • 1985  mencapai puncak gunung Nanga Parbat pada tanggal 8 Juli.
  • 1986 mencapai ketinggian 7800 meter dalam ekspedisi pendakian di Gasherbrum II.
  • 1989 mencapai ketinggian 7600 meter di Broad Peak dan turun menggunakan ski.
  • 1991 berpartisipasi dalam ekspedisi padang es di timur Siberia dalam investigasi perubahan iklim.
  • 1992 mencapai puncak Denali pada tanggal 1 Juni.
  • 1992 mencapai ketinggian 8700 meter di Everest. Laurence de la Ferriere kembali memecahkan rekor ketinggian pendaki gunung wanita tanpa tabung oksigen.
  • 1993 Mencapai puncak Kilimanjaro pada tanggal 14 Maret.
  • 1993 mencapai puncak Carstensz Pyramid di Indonesia pada tanggal 1 November.
  • 1994 mencapai puncak Aconcagua pada tanggal 14 Februari.
  • 1995 melintasi keseluruhan total pulau Spitsbergen di utara Norwegia.
  • 1995 melintasi keseluruhan wilayah Greenland dari pantai barat hingga pantai timur.
  • 1996/1997 membuat sejarah dunia dengan menyeberangi Antartika sejauh 1400 kilometer dalam waktu 57 hari. Laurence memulai perjalanannya pada 24 November 1996 dan berakhir pada 19 Januari 1997. Perjalanan ini lakukan secara solo dan unsupported.
  • 1999/2000 kembali lagi ke Antartica dam membuat rekor dunia dengan menyeberangi padang es secara solo, unsupported dari Kutub Selatan hingga Dumonr D’Urville. Jarak yang ditempuh oleh de la Ferriere adalah 3000 kilometer dengan setengahnya adalah wilayah yang belum pernah dijelajahi, ia membutuhkan waktu 73 hari untuk menyelesaikan perjalanannya.

Buku karya Laurence de la Ferriere

Laurence de la Ferriere adalah penulis banyak buku, namun bukunya yang paling populer dan telah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris adalah;

  • 8000 Metres and Some Dreams diterbitkan pada tahun 1986.
  • The Woman of Antartica diterbitkan tahun 1997.
  • Only in the Wind of Ices diterbitkan pada tahun 2000

***
Artikel ini dikutip dari buku DEWI GUNUNG  karya Anton Sujarwo
***

Posting Komentar untuk "PETUALANG WANITA PERTAMA YANG MELINTASI ANTARTIKA SEORANG DIRI"