Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PROFIL TEBING PEMBUNUH & PENAKLUKAN PASUKAN LABA-LABA PUTIH DI EIGER NORTH FACE

Ada 64 orang pendaki yang sudah tewas dalam upaya mereka untuk menaklukkan Eiger North Face sejak tahun 1935. Reputasi dan tantangan yang dimilikinya membuat tebing ini akrab dengan julukan sebagai Tebing Pembunuh. Pendakian menuju puncaknya dianggap sebagai kemustahilan sebelum kedatangan Tim Laba-Laba Putih tiga tahun kemudian.

Lalu, siapakah Tim Laba-Laba Putih yang dimaksud itu? Dan bagaimana pula sebenarnya profil dan reputasi tebing Eiger North Face ini?

Berikut ulasan lengkapnyaa.

Profil Eiger North Face dan Kehadiran Pasukan Laba-Laba Putih

Source: Unsplash

Tidak ada tebing sisi utara gunung di dunia yang dapat menyamai kepopuleran Eiger North Face. Dapat dikatakan dari semua the north face gunung-gunung dunia, Eiger North Face adalah rajanya, bahkan Everest North Face tak bisa menyainginya sekali pun.

Tebing utara gunung Eiger memiliki ketinggian 1.800 meter atau 5.900 kaki, posisinya menghadap ke Kleine Scheidegg dan Grindelwald. Eiger sendiri memiliki ketinggian 3.967 meter atau 13.015 kaki. Pada ketinggian 2.866 meter di sisi utara Eiger, terdapat sebuah terowongan yang terhubung ke stasiun kereta api Eigerwand.

Eiger North Face kadang disebut juga sebagai Nordwand (dalam bahasa Jerman), atau kadang Eigernordwand, atau Eigerwand, yang kesemuanya itu mengacu pada pengertian North Wall atau North Face, atau juga Eiger North Wall (tebing gunung Eiger bagian utara).

Eiger North Face adalah tebing utama dalam trilogy the north face of the Alps, mau pun dalam great the north face of the Alps, kebanyakan pendaki gunung dan alpinis menguji kemampuan memanjat mereka di tebing ini. Setidaknya telah ada 64 orang yang tewas dalam mencoba memuncakinya sejak tahun 1935. Karena alasan itu jugalah mengapa tebing ini dijuluki pula sebagai Mordwand atau ‘tebing pembunuh’ yang pada perkembangannya lebih banyak diucapkan dengan kata Nordwand.

Setelah Charless Barrington yang ditemani oleh Peter Bohren dan Christian Almer berhasil mencapai puncak Eiger sabagai first ascent pada 11 Agustus 1958, perlombaan di gunung iconic Eropa ini tidak serta merta berhenti. Seperti dituturkan sebelumnya bahwa, jalur yang dipilih oleh Barrington cs adalah jalur mudah, itu bukan tantangan sebenarnya dari gunung tangguh di Swiss ini. Sisi bagian utara adalah pendakian sebenarnya dari Eiger.

Jadi ketika Barrington dan dua guidenya berhasil mencapai puncak Eiger tahun 1858 melalui rute normal yang dianggap mudah, maka itu sekaligus menabuh genderang kompetisi pendakian Eiger yang sebenarnya melalui the north face. Tidak bisa tidak, pesona dinding Eiger secara ‘ghaib’ menyedot banyak perhatian dari para alpinis terbaik Eropa saat itu.

Larangan dan Kutukan di Tebing Eiger North Face

Sebuah kereta yang melintas di Kleine Scheidegg berlatarkan Tebing Utara Eiger yang mempesona - Sumber foto: Unsplash

Telah berulang kali percobaan dilakukan untuk merayapi tebing sepanjang hampir 2 kilometer itu yang berakhir dengan kematian dan peristiwa tragis. Alasan yang kemudian membuat sebuah pertimbangan bagi otoritas Swiss untuk melarang pendakiannya beberapa lama. Tidak hanya dilarang, pendakian di Eiger juga diancam dengan denda dan sanksi yang keras bagi para pendaki yang berani mencoba memanjatnya.

Namun bukannya sepi, darah mendidih para alpinis yang haus akan petualangan dan pencapaian berkombinasi dengan pesona Eiger North Face yang seolah semakin memikat, menjadikan pendakian gunung melalui sisi utara Eiger ini kian ramai diminati para pendaki gunung dari seantero Eropa dan Amerika.

Pada masa-masa ini, seorang editor dari Alpine Journal juga pernah berang luar biasa melihat kenyataan akan kompetisi di Eiger North Face. Sang editor yang bernama Edward Lisle Strutt menyerang habis-habisan kompetisi yang ia anggap sebagai kekonyolan dan kebodohan. Meskipun pada dasarnya Strutt memang ‘alergi’ dengan segala bentuk pendakian modern, baik itu teknisnya, peralatannya, orientasinya, atau pun filosofisnya.

Bagi Strutt tak ada pendakian yang benar kecuali seperti apa yang ia lakukan di masa mudanya, yakni teknik konvensional, full hanya dengan mengandalkan kekuatan fisik semata. Crampon baginya adalah dosa, sementara piton, kapak es, dan peralatan lainnya adalah benda laknat yang tak boleh disentuh oleh seorang alpinis sejati.

Larangan dari otoritas Swiss, juga kecaman orang-orang seperti Edward Strutt tak banyak mempengaruhi iklim perlombaan di Dinding Utara Eiger, beberapa pendaki terus berupaya melakukan usaha terbaik mereka untuk mencapai puncaknya melalui sisi utara.

First Ascent Eiger North Face

Empat pendaki gabungan Jerman-Austria yang kemudian tampil menjadi first ascent Eiger North Face. Anderl Heckmair berdiri kedua dari kiri - Sumber foto: Pinterest

Pada akhirnya, larangan dan kecaman Strutt ini dibungkam habis pada tanggal 24 Juli 1938 oleh aksi empat orang alpinis Jerman-Austria yang berhasil menyelesaikan tantangan Eiger North Face dengan baik. Keempat pendaki yang berhasil mencatatkan nama mereka dalam first ascent Eiger North Face ini adalah; Anderl Heckmair, Ludwig Vörg, Heinrich Harrer, dan Fritz Kasparek. 

Pada awalnya keempat orang ini bukanlah sebuah tim, mereka adalah dua tim berbeda dari Jerman dan Austria. Harrer dan Kasparek adalah sebuah tim independen dari Austria, sementara Heckmair dan Vörg adalah tim independen lain dari Jerman. Kedua tim ini kemudian bergabung di tebing north face menjadi satu tim dibawah pimpinan Heckmair untuk memanjat bersama, menyingkirkan cita rasa perlombaan Austria–Jerman yang sebelumnya ada dalam diri mereka.

Heinrich Harrer dan Fritz Kasparek memanjat lebih dulu ke permukaan tebing, sementara Heckmair dan Vörg megikuti mereka sehari setelahnya, namun karena dibantu oleh tali tetap yang telah dipasang oleh tim Austria, Heckmair dan Vörg berhasil menyusul mereka tanpa banyak kesulitan.

Heinrich Harrer memiliki kisah menarik lain dalam pendakiannya di Eiger North Face ini, Harrer tidak memiliki sepasang crampon seperti rekan-rekannya yang lain, dan ini membuatnya harus bergerak lebih ekstra hati-hati dalam pendakiannya.

Source: Amazon.uk

Di kemudian hari, setelah mereka keluar sebagai first ascent Eiger North Face, Harrer juga yang menuliskan kisah pendakian itu dalam sebuah bukunya yang populer berjudul The White Spider. Mengenai bergabungnya dua tim independen Jerman–Austria ini, Heckmair yang ditunjuk sebagai leader mengomentarinya kemudian dengan menulis;

Kami anak-anak dari Reich tua, bersatu bersama teman-teman kami dari Perbatasan Timur untuk maju bersama menuju kemenangan

Ucapan Heckmair dan tekad satu visi yang ia tunjukkan nampaknya benar-benar menemukan komposisi yang tepat. Meskipun secara terus-menerus terancam longsoran salju, hampir saja tersapu di White Spider oleh sebuah longsoran salju, namun tim ini tetap bergerak dan akhirnya mencapai puncak pada tanggal 24 Juli 1938 jam empat sore.

Dikarenakan kelelahan yang begitu berat, keempat pendaki ini hanya mampu turun melalui jalur normal. Sementara rute naik di Eiger North Face yang mereka gunakan disebut Heckmair Route.

Hingga hari ini Heckmair Route masih sering di-repeat (diulangi) oleh banyak pendaki dan alpinis dunia, baik untuk pendakian Eiger secara normal, mau pun untuk kepentingan pendakian rekor dan lainnya. Heckmair Route di tebing Eiger North Face masih merupakan jalur paling populer dalam pendakian di Tebing Utara Eiger hingga saat ini.

Artikel ini dikutip dari buku berjudul Sejarah Pendakian Tebing Utara karya Anton Sujarwo



Saya Anton, saya suka mendaki gunung dan hiking. Saya juga adalah penulis buku mountaineering di Indonesia. Beberapa buku karya saya tentang dunia pendakian gunung yang sudah diterbitkan adalah;

  • Wajah Maut Mountaineering Indonesia
  • Dunia Batas Langit
  • Mahkota Himalaya
  • Merapi Barat Daya
  • Maut Di Gunung Terakhir
  • MMA Trail
  • Sejarah Pendakian Tebing Utara
  • 9 Puncak Seven Summit
  • Dewi Gunung
  • Gunung Kuburan Para Pemberani
  • Hari Terakhir Di Atas Gunung
  • Mimpi Di Mahameru

Semua buku-buku tersebut dapat diperoleh dengan mudah di beberapa marketplace atau langsung melalui tautan aplikasi whatsapp disini.

Tulisan saya yang lainnya juga bisa ditemukan di:

Terimakasih telah mengunjungi Arcopodo Journal.com

 

 

 

 

 


Posting Komentar untuk "PROFIL TEBING PEMBUNUH & PENAKLUKAN PASUKAN LABA-LABA PUTIH DI EIGER NORTH FACE"