Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Profil Catherine Destivelle, Sang Dewi Gunung dari Perancis

Tanpa tali, tidak ada rasa takut. Karena kemungkinan untuk terjatuh, sama sekali tidak terpikirkan- Catherine Destivelle Artikel ini dikutip dari buku DEWI GUNUNG karya Anton Sujarwo. informasi tentang bukunya dapat dilihat disini. Membicarakan seorang perempuan Perancis bernama Catherine Monique Zuzanne Destivelle tidak dapat tidak, harus juga membicarakan mengenai seorang legenda alpinis terkemuka abad 20 bernama Jeff Lowe. Jika saja Catherine Destivelle tidak berjumpa dengan Jeff Lowe dalam perjalanan hidupnya, kita mungkin tidak akan menemukan namanya dalam daftar utama buku Dewi Gunung ini. Dalam memoar seorang Catherine Destivelle, dapat dikatakan bahwa pemikiran, inspirasi, dan juga didikan Jeff Lowe-lah yang membuat seorang gadis Perancis yang biasa bertarung dalam kompetisi rock climbing, berpindah jalur untuk menjadi seorang alpinis sejati dan pendaki gunung yang melegenda.  Ada banyak sekali prestasi signifikan seorang Catherine Destivelle dalam dunia pendakian gunung dunia.

KISAH SURVIVAL PALING MENGAGUMKAN DI HIMALAYA

Pendaki gunung yang berpengalaman tidak terintimidasi oleh gunung, tetapi ia terinspirasi olehnya - William Arthur Ward Artikel ini dikutip dari buku MAUT DI GUNUNG TERAKHIR karya Anton Sujarwo. Info tentang bukunya dapat dilihat disini . *** “Kita harus turun Jean, terlalu berbahaya!” Teriakan Pierre Beghin yang keras dan lantang itu hanya mampir sebentar di telinga Jean Christophe Lafaille yang sedang berjibaku memegang kapak es dengan kedua tangannya. Angin bercampur salju yang bertiup sekitar lima menit yang lalu kini telah menjelma badai, mengamuk dengan dahsyatnya. “Turun, turun, kita harus turun!” teriak Beghin kembali. Lafaille yang merespon teriakan Beghin hanya dengan gerakan tangan dan anggukan nampaknya tidak memuaskan hati Beghin, jadi kemudian Lafaille balas berteriak menyahuti teriakan Beghin “Ya, ya kita turun sekarang!” Dua pendaki Perancis itu kemudian memulai perjalanan turun mereka di Dinding Selatan Annapurna, dinding gunung delapan ribu meter