Tuesday, 30 June 2020

Gunung Kuburan Para Pemberani

 

buku mountaineering

Dalam buku Maut di Gunung Terakhir, saya menguraikan kisah 10 pendaki gunung terbaik dunia yang tewas di atas gunung. Sepuluh nama para pendaki gunung ini saya bagi dalam sembilan kisah yang dianggkat. Dibuka dengan kisah Anatoli Boukreev di Annapurna South Face, dan ditutup pula dengan kisah Alexander MacIntyre yang juga tewas di Annapurna South Face. Di antara dua kisah pembuka dan penutup jilid pertama buku One Last Climb tersebut, ada kisah luar biasa dari yang lain, misalnya; George Mallory dan Irvine Andrew yang hilang di Everest, kisah Jerzy Kukuczka yang terjatuh di Lhotse South Face, Kisah Jean Christophe Lafaille yang lenyap di Makalu, kisah Tomaz Humar yang terjebak di Langtang Lirung, dan lain sebagainya.

Karena ditulis serangkai, maka gaya bercerita buku Gunung Kuburan Para Pemberani ini tidak begitu banyak perbedaannya dengan Maut di Gunung Terakhir. Dengan penyesuaian data yang bersumber pada referensi terpercaya, saya membuat sebuah master atau major kisahnya. Selanjutnya setelah saya dapatkan kisahnya secara utuh, saya bagi dalam beberapa segmen supaya lebih mudah dicerna saat membacanya. Dan pada beberapa segmen tersebut, jika memungkinkan dan selaras dengan kisah utuhnya, saya menambahkan beberapa dialog sebagai bagian dari penegasan pesan cerita dalam kisah yang sempurna. Namun demikian, saya menjamin orisinalitas dari semua kisah dalam buku ini tidak berbelok sama sekali dari kisah yang sebenarnya, yang dimuat dalam berbagai sumber pustaka yang saya himpun.

>>> KLIK TAUTAN INI UNTUK MENDAPATKAN BUKU-BUKU PENDAKIAN GUNUNG TERBARU & TERPOPULER DI INDONESIA <<<

Kisah pertama dari buku Gunung Kuburan Para Pemberani akan mengupas kisah tentang kematian di Everest tahun 1996 yang melibatkan nama Rob Hall dan Scott Fischer. Kita bersama tahu bahwa kisah ini sangat menarik. Daya tariknya dapat dibuktikan dengan banyak sekali versi kisah ini yang kemudian diangkat menjadi buku, film, atau bahkan hanya sekedar artikel dalam blog di internet.

Selanjutnya kisah kedua bertutur tentang tokoh legendaris dari Jepang yang dianggap sebagai salah satu petualang solo terbesar sepanjang masa. Naomi Uemura yang pernah mendaki solo di berbagai gunung dunia, menjelajah sungai Amazon seorang diri, menyeberangi padang es Antartika yang beku tanpa teman, akan menjadi kisah kedua yang sangat inspiratif. Bagian paling hebat dari kisah Uemura ini menurut saya pribadi adalah ketika ia mempersilahkan pendaki gunung Jepang lainnya untuk mencapai puncak Everest lebih dulu, sementara ia sendiri hanya beberapa langkah lagi untuk sampai di sana. Sahabat pembaca dapat menyimak detail pendakiannya pada kisah kedua dalam buku ini nanti.

Selanjutnya nama ketiga dalam buku ini akan diisi oleh Alison Jane Hargreaves yang pernah dikatakan sebagai ‘rival’ Reinhold Messner dalam mendaki gunung Everest secara solo dan tanpa tabung oksigen. Dalam kisah Alison, kita akan menemukan berbagai fakta menarik dan menggelitik. Fakta ini misalnya adalah bagaimana ia nekat merayapi tebing vertikal Eiger North Face sepanjang 1800 meter dalam kondisi hamil 6 bulan. Atau fakta tentang serangan untuk dirinya pasca musibah yang menimpanya di gunung K2.

Pada kisah yang keempat, kita akan bercerita tentang pendakian Reinhold Messner di gunung Nanga Parbat pada tahun 1970. Pendakian ini kemudian membuat adik kandung Reinhold Messner yang bernama Gunther Messner tewas di Diamir Face. banyak hal menarik dari pendakian ini, bukan hanya keberhasilan Messner bersaudara mencapai puncak saja. Intrik dan kontroversi pun akan kita simak dengan lengkap dalam kisah ini nantinya. Misalnya tentang tuduhan dan dugaan arogansi dan sifat megalomaniak Reinhold Messner yang berambisi melakukan traversing dari Rupal Face ke Diamir Face untuk mengalahkan rekor traversing yang dilakukan oleh Tom Hornbein dan Willi Unsoeld di Everest beberapa tahun sebelumnya. bahkan lebih jauh, skandal perselingkuhan Messner dengan isteri salah satu sahabatnya juga hangat memperpanjang data kisah ini nantinya.

John Harlin II, tokoh kunci dalam peristiwa terciptanya rute Eiger Direct di tebing Eiger North Face akan menjadi kisah selanjutnya yang dapat kita simak bersama. Harlin adalah salah satu tokoh pendaki gunung yang satu masa dengan nama-nama besar seperti Chris Bonington, Dougal Haston, dan juga Royal Robbin. Kisah ini juga tak kalah menarik karena atas kematian Harlin-lah kemudian, bara api dan semangat persatuan tim Jerman dan tim Inggris melebur untuk menyelesaikan mahakarya Eiger Direttissima yang di kemudian hari dikenal pula dengan istilah; John Harlin Direct Route.

Setelah John Harlin, kisah keenam dalam buku Gunung Kuburan Para Pemberani ini akan bercerita tentang kematian dua pendekar es Polandia di Broad Peak; Maciej Berbeka dan Tomasz Kowalski. Setelah berhasil mengibarkan bendera Polandia di atas puncak tertinggi Broad Peak, tim Polandia dengan sangat disayangkan harus kehilangan dua pendaki gunung terbaik mereka. Selain menguraikan kronologi hilangnya Berbeka dan Kowalski, bagian ini akan pula menjelaskan upaya-upaya para pendaki Pakistan seperti Karim Hayyat dan Baig Amin untuk mencari keduanya di dinding beku Broad Peak.

Kisah ketujuh akan membawa kita menuju Korea Selatan di mana nama Park Young Seok yang menjadi legendanya. Seperti yang banyak dikutip oleh jurnal outdoor dunia, Young Seok adalah satu-satunya petualang di muka bumi ini yang memegang gelar sebagai The True Adventure Grand Slam. Yeong Seok adalah pendaki dengan koleksi 14 puncak gunung tertinggi di dunia, ia juga pernah memuncaki seven summit secara lengkap, dan tentu saja untuk gelar itu, ia juga adalah pesintas dua kutub bumi dengan berjalan kaki.

Selain membahas tentang pencapaiannya, pada bagian ini saya juga menguraikan detail pendakiannya di sisi barat daya Everest. Dan pendakian sisi barat daya Everest, bagaimana pun juga harus diakui adalah pencapaian terbaik Young Seok dalam mountaineering. Dan ia mencoba menciptakan pendakian serupa di Annapurna South Face, namun tempat itu kemudian menguburnya dengan ganas. Menjadikan namanya sebagai tambahan kematian para legenda di tebing selatan Annapurna.


Menarik kemudian pada kisah kedelapan kita akan berjumpa dengan dua pujangga gunung dari Inggris yang tewas di Three Pinnacle Timur Laut Everest pada tahun 1982. Peter Boardman dan Joe Tasker yang sekarang nama keduanya menjadi inspirasi Boardman Tasker Prize for Mountain Literature adalah dua pendaki gunung Inggris yang produktif, baik dalam pendakian, mau pun penulisan. Keduanya menulis buku-buku mountaineering dengan bahasa yang hebat, pendakian keduanya juga sangat revolusioner. Kisahnya ini akan mengulas pula misalnya pendakian keduanya di gunung Changabang, Kangchejunga, Everest, dan juga K2.

Legenda pendaki gunung dari Perancis bernama Benoit Chamoux akan mengisi kisah selanjutnya. Menariknya di sini, bahwa kematian Chamoux di Kangchenjunga bersama Pierre Royer, ditengarai pula akibat kompetisinya dengan pendaki besar Swiss yang bernama Erhard Loretan. Dalam kisah ini penulis akan mencoba menghadirkan beberapa drama menjelang hilangnya Chamoux dan juga spekulasi yang dituturkan sebagai bagian signifikan penyebab kematiannya.

Yasuko Namba, perempuan mungil dan pemberani dari Jepang akan pula menghiasai kisah dalam buku ini selanjutnya. Selain detik-detik kematiannya saat terjebak di South Col bersama Beck Weathers dan yang lain dari Mountain Madness, kisah ini juga akan menuturkan sudut pandang suaminya terkait dengan kematian Yasuko saat itu. Pesan mendalam dari sang suami akan kita lihat sebagai sesuatu yang menarik berdasarkan sudut pandang salah satu pendaki gunung terbaik dunia yang saat itu juga ada di sana. Anatoli Boukreev akan berkisah tentang kematian Yasuko dalam buku ini nantinya.

Jika di kemudian hari saya membuat daftar para pendaki gunung terbaik di dunia, mungkin nama Alfred Frederick Mummery bisa jadi ada pada sepuluh daftar teratas. Kisah kesebelas dalam buku ini akan mengupas tuntas alasan mengapa namanya sangat layak dicantumkan. Namun secara singkat, bagian ini akan berkisah tentang semangat revolusioner alpinismenya yang luar biasa, yang saat ini semangat itu hampir di usung oleh semua pendaki gunung terbaik dunia. Apa semangat yang dimaksud tersebut? Silahkan baca langsung kisahnya nanti pada bagian kesebelas buku ini.

Nanga Parbat menjadi ‘kuburan’ bagi banyak pendaki gunung besar. Setelah Gunther Messner yang sudah diulas sebelumnya, Mummery dan Karl Unterkircher yang ada dalam kisah ke sebelas dan kedua belas ini juga tewas di tempat yang sama. Di era modern, Unterkircher dianggap sebagai rajanya first ascent. Ia berteman dengan Hans Kammerlander, membuat rute sulit di Jasemba dan Genyen, memegang rekor pendakian Everest – K2 dalam waktu hanya 63 hari. kematian tragis Karl Unterkircher di Rakhiot Face akan menjadi subjek dalam kisah kedua belas ini nantinya.

Kisah terakhir dalam buku ini saya beri judul; Persaudaraan di Gunung Kejam. Bercerita tentang peristiwa The Belay di gunung K2 pada tahun 1953 yang membuat nama Art Gilkey menjadi bahan perbincangan sejarah mountaineering Amerika dan juga dunia. Kematian Gilkey, aksi heroik Pete Schoening, dan upaya yang tak kenal lelah dari anggota lain ekspedisi Charles Houston ini, akan kita lihat kronologinya dalam kisah yang terakhir dalam buku ini.

Meskipun puncak K2 tidak dapat dicapai pada saat itu, namun persaudaraan yang terjalin pasca ekspedisi, membuat nilainya lebih besar daripada first ascent. The Belay adalah salah satu peristiwa paling menarik dan heroik yang terjadi di dinding K2. Tak heran mengapa Reinhold Messner mengatakan bahwa ia jauh lebih menghormati hasil akhir ekspedisi ini daripada kesuksesan ekspedisi Italia yang mengantarkan nama Lino Lacedelli dan Achille Compagnoni di gunung yang sama satu tahun kemudian.

Sebagai penulis, saya berharap kisah-kisah yang disampaikan dalam buku ini bisa menjadi semacam pemantik semangat para pendaki gunung Indonesia untuk pula bersinar di kancah dunia. Karena itulah kemudian, saya selalu mengatakan pada akhir setiap pendahuluan buku yang saya tulis. Bahwa untuk para petualang Indonesia-lah, untuk para pendaki gunung Indonesia-lah, buku-buku ini saya persembahkan.

Jadi, selamat membaca...

Sinopsis Buku

Scott Fischer РRob Hall РGunth̩r Messner РNaomi Uemura РAlison Jane Hargreaves РJohn Harlin II РPark Young Seok РMaciej Berbeka РTomasz Kowalski РBenoit Chamoux РArt Gilkey РPeter Boardman РJoe Tasker РYasuko Namba РKarl Unterkircher РAlbert Frederick Mummery

Dalam dunia mountaineering profesional secara internasional, nama-nama di atas tentu saja sangat populer dengan pencapaian pendakian mereka. Namun dalam buku ini mereka dikumpulkan berdasarkan kematian yang merenggut mereka di atas gunung. Buku ini mengisahkan detik-detik kematian para pendaki besar itu dalam dekapan mountaineering.

Buku ini adalah buku kedua dari serial One Last Climb yang mengangkat tema serupa. Buku sebelumnya yang berjudul Maut di Gunung Terakhir, berisi sembilan kisah legendaris yang tak kalah hebat dengan kisah yang ada dalam buku ini.

Gaya bercerita yang asyik, sudut pandang yang menarik, bersumber pula pada referensi terpercaya, adalah beberapa kekuatan utama buku ini. Dengan bahasa yang sederhana, penulis mampu menghadirkan kejadian demi kejadian dalam berbagai kisah tragedi kematian di atas gunung yang menimpa para pendaki terbaik dunia, seolah-olah itu terjadi di depan mata para pembaca.

                                                   

Profil Buku

 

Judul            : Gunung Kuburan Para Pemberani

Penulis         : Anton Sujarwo

Published by : Arcopodo Journal Blog

Tebal            : 452 Halaman

Genre           : Mountaineering

Ukuran          : 14 x 21 cm

Cover            : Standard

Kertas           : Book Paper ivory 230gr

Keterangan    : Jilid dari paket buku One Last Climb

Informasi Pre Order : 081254355648 (whatsapp only)




No comments:

Post a Comment

Tulisan Terbaru

PEMUNCAKAN DAN TRAGEDI DI GUNUNG PALING SULIT DI DUNIA

Gunung K2 yang merupakan gunung tertinggi ke-2 di dunia dan merupakan satu-satunya gunung 8.000 meter yang belum tersentuh puncaknya pa...