Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

5 Pendaki Gunung Perempuan Paling Tangguh di Dunia

Jika satu dekade yang lalu para pendaki gunung perempuan di Indonesia mungkin masih bisa dikatakan belum begitu banyak, sekarang ceritanya sudah berbeda. Pada banyak gunung di Indonesia, bahkan kadang-kadang para pendaki gunung wanita justru lebih banyak jumlahnya daripada pendaki gunung laki-laki. Berbicara mengenai sosok perempuan dalam aktivitas pendakian gunung memang memiliki daya tariknya tersendiri. Sejak abab ke-18 ketika pertama kali gunung didaki oleh seorang perempuan, kehadiran mereka sudah menimbulkan banyak sensasi. Untuk dapat eksis seperti sekarang ini, kaum perempuan harus melewati banyak sekali perjuangan, rintangan dan juga konsekuensi sulit dalam aktivitas   mountaineering. Dibandingkan para laki-laki, gender perempuan seringkali dipersepsikan sebagai sosok yang lemah di atas medan pegunungan yang buas. Sosok lembut dan pesona sebagai seorang wanita seringkali menjadi bahan dasar bagi seseorang untuk mempersepsikan sosok perempuan secara keliru. P

Seberapa Penting Arti ‘Gaya atau Style’ Dalam Aktivitas Mendaki Gunung

Hal pertama yang harus dipahami dalam konteks style atau gaya disini adalah; ini bukan tentang pakaian, ini bukan tentang fashion, ini bukan tentang tas bermerek atau pun perlengkapan mahal. Gaya mendaki gunung yang dimaksud di sini adalah teknik mendaki gunung , atau dalam penjabaran yang lebih luas, adalah tentang bagaimana seseorang melakukan pendakian gunung menurut determinasi dirinya sendiri. Lebih jauh, style atau gaya mendaki gunung pada sebagian besar pendaki gunung dunia, adalah presentasi paling kuat yang menjelaskan siapa diri mereka sebenarnya. “Dalam mountaineering, gaya itu penting. Meskipun hal ini bukan segalanya, namun gaya yang engkau lakukan akan menggambarkan dirimu yang sesungguhnya” Kalimat di atas adalah kalimat yang sempat diucapkan oleh salah satu pendaki gunung top dunia, saya lupa namanya, namun diksi yang ia gunakan melekat cukup erat dalam benak saya. Dan sebagai seorang penulis buku-buku mountaineering di Indonesia, saya sepakat den