Saturday, 29 February 2020

Daftar Lengkap Buku Mountaineering dan Pendakian Gunung Karya Penulis Anton Sujarwo



Sejauh ini saya telah merilis 8 buku yang konsisten dengan tema pendakian gunung atau mountaineering. Buku-buku yang saya tulis ini semuanya diterbitkan secara indie dan independen, jadi memang belum bisa ditemukan di toko-toko buku utama seperti Gramedia dan sejenisnya. Namun demikian, buku-buku ini dengan mudah dapat diperoleh, baik melalui berbagai marketplace yang ada, mau pun melalui saya sendiri.

Buku pendakian gunung dan mountaineering yang saya tulis ini sudah dibaca sangat luas di masyarakat. Pembaca  buku ini Allhamdulillah, telah tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai pulau Rote. Ini membuat saya semakin bersemangat untuk terus menulis dan membagikan pengetahuan yang semoga saja bermanfaat.

Dari buku yang pertama hingga yang kedelapan, semua memiliki karakteristik dan peceritaan yang menarik. Semua telah mendapat rating yang bagus berdasarkaanulasan para pembacanya. Bahkan novel fiksi Merapi Barat Daya yang merupakan buku ke-4 saya, dapat dikatakan memiliki rating yang sempurna dari sisi tata bahasa, plotting, latar belakang, dan penokohannya.

Untuk sahabat yang penasaran dengan buku-buku pendakian gunung yang saya tulis ini, berikut adalah profil dan sinopsisnya.

Buke Ke-1 : WAJAH MAUT MOUNTAINEERING INDONESIA (WMMI)

Ini adalah buku saya yang pertama, terbit menjelang akhir tahun 2018, dan hingga sekarang masih termasuk salah satu yang paling diminati. Buku ini adalah buku pertama yang mengulas sejarah dan perjalanan aktivitas pendakian gunung di Indonesia. Selain itu, buku Wajah Maut Mountaineering Indonesia atau WMMI ini juga mengulas tentang pengaruh sosial media dalam mountaineering serta berbagai sisi filosofis dan spiritulitas dalam aktivitas mendaki gunung.

Sinopsis buku Wajah Maut Mountaineering Indonesia (WMMI)

April 1996, Clara Sumarwati berdiri dengan bangga dan penuh haru di puncak tertinggi dunia, bendera merah putih di tangannya berkibar-kibar ditiup angin puncak Himalaya, ini yang pertamakalinya sang saka dwiwarna mencapai titik tertinggi planet bumi tersebut. Tepat setahun kemudian, di bulan April tahun 1997, tiga prajurit terbaik dari Kopassus Indonesia berjibaku dalam perjuangan heroik yang sarat nilai patriotisme di gunung yang sama. Iwan, Misirin dan Asmujiono menantang maut dengan berani, menatap kematian di puncak tertinggi dengan mata berapi. Iwan terhenti 100 meter dari puncak Everest, Misirin 70 meter di atasnya dan hanya Asmujiono kemudian yang berhasil mencapai puncak. Asmujiono melepas peralatan mendaki di kepalanya, memasang baret merah, dan memberi penghormatan kepada bendera merah putih yang juga ia bawa. Moment itu membuat Anatoli Boukreev dan dua guide lainnya merinding, baru pertama dalam hidup mereka menemukan orang-orang dengan semangat patriot seolah memenuhi angkasa Himalaya.

Indonesia adalah negara besar dengan catatan sejarah yang luar biasa mengagumkan, tak terkecuali dalam bidang pendakian gunung dan mountaineering. Tetapi apakah generasi muda sekarang yang menggandrungi aktivitas ini memahami semua kisah tersebut?

Buku ini akan membantu mereka untuk mengenali lebih baik wajah pendakian gunung Indonesia. Sebuah catatan yang akan membuat generasi pendaki nusantara kian bangga dan hormat pada bangsanya. Kontroversi pendakian Clara Sumarwati, pendakian heroik Kopassus, kematian Soe Hok Gie, kontribusi tak terganti WANADRI, Mapala UI, Skygers dan Jayagiri, hingga kepada pencapaian seven summit MAHITALA UNPAR yang membanggakan, semuanya dibahas lengkap di sini.

Kemunculan istilah para pendaki instagram, efek sosial media dalam mountaineering, pembaharuan semangat para perintis, sampai kepada nilai mistisme dan spiritualisme dalam pendakian gunung, semuanya menyatu dalam sebuah uraian yang sederhana dan menyenangkan...


Judul: Wajah Maut Mountaineering Indonesia
Tebal: 306 halaman
Penulis: Anton Sujarwo
Genre: Mountaineering
Harga: Rp, 86.000
Bisa didapatkan di;

Buku ke-2 : MAHKOTA HIMALAYA (MH)

Mahkota Himalaya dengan kode MH ini adalah buku pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mengulas secara lengkap sirkuit 14 puncak gunung tertinggi di dunia yang ada di Himalaya dan Karakoram. Buku ini membahas secara sangat komprehensif dari A sampai Z perburuan empat puncak delapan ribu meter yang biasa disebut sebagai fourteen eight thousanders. Buku ini menjadi salah satu buku terlaris yang saya tulis. Dengan tebal 550 Mahkota Himalaya benar-benar menjadi bacaan yang berkualitas.


Sinopsis buku Mahkota Himalaya (MH)

Empat belas puncak tertinggi di muka bumi itu membujur panjang beratus kilometer, berdiri di atas pegunungan Himalaya dan Karakoram yang merupakan dua pegunungan paling atraktif di dunia. Entah siapa yang memulai atau bagaimana asal mulanya hingga kemudian empat puncak delapan ribu meter itu berkembang menjadi semacam ‘Tahta Mahkota Himalaya’ dan diperebutkan oleh para pendaki gunung terbaik di dunia. Reinhold Messner yang kemudian menyabet tahta ini sebagai yang pertama ternyata diketahui bukan yang terbaik di antara mereka, masih  ada beberapa nama yang karier mountaineering mereka dianggap jauh ‘mengungguli’ Messner. Perebutan tahta untuk menjadi raja Himalaya juga memunculkan banyak kejadian dan kematian tragis yang hadir dalam bentuk berbagai pristiwa dramatis. 

Dalam buku ini kita akan melihat bahwa sirkuit perlombaan dalam mountaineering tidak kalah panas dengan perlombaan olahraga lainnya. Nama-nama legenda seperti Hermann Buhl, Walter Bonatti, Jerzy Kukuczka, Reinhold Messner, Chris Bonington sampai kepada Ueli Steck bertabur dalam buku ini. Lantas bagaimana sebenarnya deretan nama-nama besar ini bertarung dalam sebuah arena raksasa untuk menjadi yang paling besar dan terbaik di Himalaya?

Selain profil lengkap pendakian empat belas puncak delapan ribu meter Himalaya, buku ini akan menjelaskan sirkuit seven summit dan enam wajah utara paling mematikan di Eropa. Dalam seven summit, nama Dick Bass yang sebelumnya dianggap sebagai pionir ternyata bukanlan orang yang pertama mengenalkan pendakian tujuh puncak benua. Jauh sebelum kehadiran Bass ada dua nama besar yang telah mempopulerkan hal ini lebih dulu. Dan ternyata seven summit yang ‘benar’ tidaklah memiliki tujuh puncak, melainkan sembilan. Bagaimana bisa?

Lalu bagaimana pula dengan great north face of the Alps yang begitu populer? Bagaimana enam tebing utara Eropa melahirkan alpinis-alpinis handal dan mendunia? Benarkan tebing seperti Eiger North Face dan Matterhorn North Face adalah dua tebing paling legendaris di dunia, yang kisah pencapaiannya dipenuhi dengan kematian dan persaingan?

Lembar demi lembar buku ini akan menjawabnya...


Judul: Mahkota Himalaya
Tebal: 550 halaman
Penulis: Anton Sujarwo
Genre: Mountaineering
Harga: Rp, 128.000
Bisa didapatkan di;


Buku Ke-3 : DUNIA BATAS LANGIT (DBL)

Buku Dunia Batas Langit dapat dibilang sebagai buku sejarah aktivitas pendakian gunung atau mountaineering terlengkap yang pernah ditulis oleh penulis Indonesia. Dalam buku ini diuraikan asal muasal aktivitas pendakian gunung, perkembangannya, nama-nama populer di dalamnya, hingga pada kejayaannya di berbagai belahan dunia. Dengan tebal 560 halaman, buku Dunia Batas Langit benar-benar menjadi ensiklopedi terlengkap dunia mountaineering yang bisa ditemukan di Indonesia.


Sinopsis buku Dunia Batas Langit

Orang-orang dengan jaket tebal, kacamata berwarna, menggenggam kapak es, harness dan carabiner menghiasi pinggang, berjibaku meniti punggungan gunung dalam sebuah perjuangan menuju puncak. Ada yang mencapai puncak dengan mudah, ada yang mengambil jalan sulit, bahkan ada pula yang kemudian harus kehilangan nyawa dalam upaya itu.

Buku ini membahas dengan sangat lengkap profil dan sejarah aktivitas mountaineering atau pendakian gunung. Mulai dari cikal bakal aktivitas ini bermula, perkembangannya, persebarannya ke seluruh dunia, profil teknisnya, legenda-legenda yang melingkupinya, hingga kepada nama-nama besar yang telah mengguratkan kisah abadi mereka dalam mountaineering dunia. Selain itu buku ini juga menguraikan secara sederhana dan komplit berbagai peristiwa aktual dalam dunia mountaineering saat ini. Berbagai award dan penghargaan dalam aktivitas mountaineering, komersialisasi gunung Everest, munculnya istilah the next Everest, sampai kepada profil 100 merek-merek paling populer di seluruh dunia yang secara konsisten mendukung aktivitas mountaineering.

            Jika kata mountaineering diumpamakan sebagai ruangan gelap, maka buku ini menjadi pelita untuk meneranginya. Jika kata mountaineering adalah sebuah misteri dalam kotak tertutup, maka buku ini adalah kunci untuk membukanya. Pendek kata, ide buku ini berangkat dari sebuah pertanyaaan; Apa itu mountaineering? Lalu uraiannya menjadi jawaban semua yang ingin kita ketahui tentang pertanyaan tersebut...


Judul: Dunia Batas Langit
Tebal: 560 halaman
Penulis: Anton Sujarwo
Genre: Mountaineering
Harga: Rp, 122.000
Bisa didapatkan di;


Buku ke-4 : MERAPI BARAT DAYA (MBD)

Merapi Barat Daya adalah novel fiksi yang berlatarbelakang di Gunung Merapi, Jawa Tengah. Ini memang novel fiksi bergenre petualangan dengan berbagai kisah romantis di dalamnya. Namun yang membuat Merapi Barat Daya istimewa adalah nilai-nilai dalam buku ini mengulas tentang semangat pendaki gunung sejati, mengejar penaklukan diri sendiri di atas puncak-puncak gunung. Sangat menarik melihat feedback novel pertama saya ini yang sangat bagus untuk setiap pembaca. Hampir 90% menganggap novel ini laksana kisah nyata!


Sinopsis novel Merapi Barat Daya

Kemana dia pergi? Kemana pendaki muda pemberani itu menghilang setelah ia mempertaruhkan nyawanya menyelamatkan hidup gadis muda yang sekarat terserang hipothermia sehabis gempa dan longsoran di Puncak Merapi sore tadi? Ia seolah menghilang ditelan bumi, membuat masyarakat yang mengikuti berita itu sibuk berspekulasi sendiri-sendiri.

Namun Merapi memiliki daya tariknya sendiri, ia memang tidak mendayu seperti Merbabu, tidak gemulai seperti Prau, bahkan tidak syahdu seperti Mahemeru. Namun jika seseorang telah menginjak batu dan pasirnya, menjejaki tebing-tebingnya di berbagai sisi, maka ia akan jatuh cinta. Jatuh dalam cinta yang kemungkinan besar tidak akan pernah bisa berpaling. Begitu juga dengan pemuda misterius itu ternyata, ia kembali lagi ke Merapi. Satu bagian paling berbahaya dari gunung perkasa itu telah menjadi obsesi baginya.

Dan ternyata bukan hanya ia yang kembali, sebuah tim populer penuh ambisi juga berniat memperebutkan mahkota dalam tahta Merapi.

Lalu siapa yang akan menang? Bagaimana romantisme yang terlahir dari kehadiran gadis cantik yang sebelumnya hampir mati di sana? Semuanya akan terjawab dari sebuah pendakian penentuan di Merapi Barat Daya...

Judul: Merapi Barat Daya
Tebal: 410 halaman
Penulis: Anton Sujarwo
Genre: Mountaineering
Harga: Rp, 79.000
Bisa didapatkan di;


Buku ke-5 : MAUT DI GUNUNG TERAKHIR (MGT)

Buku Maut Di Gunung Terakhir adalah sebuah buku yang ditulis berdasarkan gaya historical fiction. Buku ini mengangkat 9 kisah pendakian para pendaki gunung terbaik di dunia yang berujung dengan maut. Buku ini terdiri dari 3 jilid, untuk jilid kedua dan ketiga InsyaAllah akan dirilis pada tahun 2020 ini. Membaca buku ini seperti membaca perpaduan antara kisah sejarah dan romansa bahasa novel yang berkelas.


Sinopsis buku Maut di Gunung Terakhir

Setengah dari para pendaki gunung terbaik di dunia, pada akhirnya akan tewas di atas gunung.
Itu adalah ungkapan yang tepat dan tidak berlebihan. Layaknya para ksatria perang hebat yang setengah di antara mereka gugur di medan perang, maka begitu pula dengan para pendaki gunung terbaik, banyak dari mereka yang kemudian tewas di atas gunung. Namun berbeda halnya dengan perang, bahwa yang terbunuh kadang diterjemahkan sebagai bentuk dari kekalahan. Dalam mountaineering tidak demikian, para pendaki terbaik yang tewas dan terbunuh di atas gunung, sangat tidak tepat jika dikatakan telah kalah atau tewas dengan cara yang bodoh. Mereka adalah para ksatria yang gugur dalam medan tempur mereka sendiri.

Buku ini mengangkat sembilan kisah kematian di atas gunung yang dialami para legenda pendaki gunung terbaik dunia. Mulai dari Anatoli Boukreev yang dihantam longsoran di Annapurna, George Mallory yang hilang di Everest, Jerzy Kukuczka yang terjatuh di Lhotse, Wanda Rutkiewicz yang diamuk badai Kangchenjunga, Tomaz Humar yang terjebak di Langtang Lirung, Jean Lafaille yang lenyap di Makalu, dan yang lainnya.

Dengan gaya penceritaan yang menarik, kita akan melihat betapa luar biasa pengaruh dan integritas para pendaki besar ini. Tidak hanya unggul dalam pencapaian fisik, namun gunung juga membuat mereka unggul dalam filosofi dan pemaknaan hidup. Buku ini menjadi semacam mini biografi untuk para legenda itu, selain tentu saja, mengisahkan pendakian terakhir yang memisahkan antara raga dan nyawa mereka...

Judul: Maut di Gunung Terakhir
Tebal: 452 halaman
Penulis: Anton Sujarwo
Genre: Mountaineering
Harga: Rp, 116.000
Bisa didapatkan di;


Buku Ke-6 : MMA TRAIL

MMA Trail adalah buku perjalanan menyusuri 3 kabupaten di Jawa Tengan dalam sebuah journey yang menarik. Ide MMA Trail sendiri terinspirasi dari film-film seperti Wild dan The Way, sementara konsepnya sendiri terpengaruh daru rute seperti Pacific Crest Trail, Appalachian Trail atau pun Santiago de Compostela di Spanyol. Dengan penceritaan yang menarik, MMA Trail telah menjadi novel hiking yang sangat banyak direkomendasikan.

                                                                  
Sinopsis buku MMA Trail


Setiap orang memiliki cara mereka sendiri dalam menghadapi rasa kehilangan dan kematian. Ada yang mampu berdiri kokoh di atas kaki ketabahan, namun ada pula yang kehilangan kendali atas diri mereka sendiri. Dan rasa kehilangan kendali atas diri sendiri itulah yang kemudian mendorong seorang lelaki setengah baya memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan seorang diri melintasi gunung-gunung, melangkah di antara lembah dan belantara, untuk mencari jejak-jejak yang mungkin ditinggalkan orang yang dikasihinya.

Tanpa ia sangka, keputusannya untuk melintasi rute hiking di jantung pulau jawa itu mengantarkannya pada sebuah perjalanan spiritual yang sakral dan penuh emosional. Pria itu tidak hanya menemukan jejak orang terkasihnya pada setiap jengkal tanah yang ia jejaki, bahkan lebih jauh, ternyata perjalanan itu telah disiapkan untuk dirinya sendiri.

Langkahnya didera oleh kemarahan, dihempas oleh kekecewaan, dipukul oleh rasa nelangsa kesia-siaan. Berlatar alam yang eksotis dalam sebuah perjalanan yang panjang, pria setengah baya itu pada akhirnya dibawa kepada sebuah pengertian akan hakikat kehidupan. Ia menghadapi kematian, mengalami kematian, dan kemudian menemukan makna istimewa dari pristiwa kematian itu sendiri...

Dilengkapi dengan:
Catatan perjalanan penulis menggagas dan membuat rute MMA Trail – Foto-foto eksotis daya tarik MMA Trail – Peta dan rute lengkap MMA Trail – Open Trip menjelajahi MMA Trail.


Judul: MMA Trail
Tebal: 540 Halaman
Penulis: Anton Sujarwo
Genre: Mountaineering, Adventure. Fiksi
Harga: Rp, 119.000
Bisa didapatkan di;

Buku Ke-7 SEJARAH PENDAKIAN TEBING UTARA (TU)

Buku Tebing Utara adalah buku sejarah pendakian gunung di enam tebing utara paling atraktif di dunia. Pendakian di tebing-tebing ini sangat seru dan penuh kisah dramatis. Peceritaan kejadian demi kejadian di setiap tebing yang berdasarkan fakta sejarah dituturkan dengan sangat apik dan mengesankan.


Sinopsis buku Sejarah Pendakian Tebing Utara

The North Face lebih sering diartikan sebagai sebuah brand perlengkapan outdoor populer di Indonesia. Namun dalam jagad mountaineering dan petualangan, istilah ini bukan ditujukan untuk sebuah merek, melainkan untuk sebuah gunung dengan sisi utaranya yang paling mematikan.The North Face atau si Wajah Utara adalah sebutan untuk tebing sisi utara gunung-gunung yang dianggap sangat istimewa dalam dunia pendakian gunung.

Ada banyak Wajah Utara yang populer di dunia mountaineering. Namun di antara banyak sisi utara yang menakjubkan itu, ada enam tebing wajah utara yang dijuluki sebagai Great North Face. Julukan ini disematkan karena reputasi tebing tersebut yang penuh dengan kesulitan teknis, legenda, kematian, kompetisi dan juga perjuangan dalam mencapai puncaknya.

Buku ini akan menguraikan dengan sangat lengkap profil enam tebing utara tersebut, sejarah pendakiannya, kontroversi yang terjadi di atasnya, legendanya, dan juga berbagai macam kematian dalam catatan pendakiannya. Lembar-lembar dalam buku ini akan bercerita kepada anda betapa menantang dan hebatnya sejarah mountaineering yang telah tertoreh di atas permukaan tebing utara...


Judul: Sejarah Pendakian Tebing Utara
Tebal: 234 Halaman
Penulis: Anton Sujarwo
Genre: Mountaineering, Adventure. Fiksi
Harga: Rp, 76.000
Bisa didapatkan di;


Buku Ke-8 : 9 PUNCAK SEVEN SUMMIT

Saat saya pertama kali memposting judul ini di media sosial, beberapa orang heboh berasumsi bahwa saya telah keliru memahami kata seven dalam Bahasa Inggris. Padahal tidak demikian, buku ini saya tulis berdasarkan fakta sejarah, berdasarkan bukti-bukti yang konkret mengenai histori sirkuit seven summit. 9 puncak yang saya bahas satu persatu dalam buku ini memang memiliki catatan sejarah yang meyakinkan sehingga dimasukkan dalam list sirkuit seven summit.


Sinopsis buku 9 Puncak Seven Summit

Di Indonesia, istilah Seven Summit menjadi sangat populer akhir-akhir ini. Munculnya sebuah sirkuit mendaki gunung di tujuh kepulauan besar Indonesia kemudian diberi nama sebagai Seven Summit of Indonesia. Dan hingga saat ini, sirkuit tersebut telah menjadi salah satu target pendakian yang diidolakan banyak pendaki gunung tanah air.

Akan tetapi dalam ruang lingkup global, kapan sebenarnya istilah Seven Summit itu muncul? Siapa yang mencetusnya? Apa pemikiran yang melatarbelakangi kemunculan istilah tersebut? Dan siapa pula tokoh-tokoh penting yang ada di belakangnya?

Semua pertanyaan itu akan dijawab dengan sangat lugas dalam buku ini. Bahkan buku ini juga menguraikan bahwa sebenarnya ada sembilan gunung yang menjadi list asli Seven Summit, bukan tujuh. Selain itu, uraian lengkap buku ini juga akan bertutur tentang rekor-rekor yang tercipta dalam sirkuit seven summit dunia. Siapa pendaki tercepat? Siapa yang pertama kali mendakinya secara solo? Siapa pendaki yang mendakinya di musim dingin? Siapa pendaki yang turun dari puncaknya menggunakan ski? Siapa pendaki yang bahkan mendaki sembilan gunung ini berulang-ulang?

Semua pertanyaan tentang sirkuit seven summit yang berhubungan dengan sejarah pendakiannya, rekor-rekornya, legendanya, akan anda temukan jawabannya dalam buku ini!


Judul: 9 Puncak Seven Summit
Tebal: 268 Halaman
Penulis: Anton Sujarwo
Genre: Mountaineering, Adventure. Fiksi
Harga: Rp, 76.000
Bisa didapatkan di;

Buku Ke-9 : DEWI GUNUNG

Buku Dewi Gunung adalah buku pertama dan satu-satunya di Indonesia , yang ditulis oleh penulis Indonesia, yang mengupas tuntas kiprah sosok perempuan dalam aktivitas mountaineering. Buku ini menguraikan sejarah hadirnya seorang perempuan di atas gunung, tantangan yang mereka hadapi, diksriminasi gender, sampai pula pada kontroversi tentang kehadiran mereka. Selain itu, Dewi Gunung juga menampilkan lebih dari 100 nama pendaki gunung perempuan paling berpengaruh sepanjang sejarah mountaineering dunia.


Gambar atas: cover penuh Dewi Gunung 
Gambar bawah: Sample pra cetak buku Dewi Gunung


Sinopsis buku Dewi Gunung:

Gunung tidak mengenal diskriminasi, semua yang mendatanginya akan diperlakukan  dengan cara yang sama

Sejak pertamakali kehadiran mereka dalam aktivitas pendakian gunung, tidak dapat dihindari, sosok perempuan telah membawa kontroversinya sendiri. Isu gender di atas gunung sama sekali bukan hal yang baru untuk didiskusikan, catatan sejarah menunjukkan bahwa sepanjang aktivitas mountaineering dunia, diskriminasi terhadap eksistensi perempuan selalu ada. Meskipun semakin hari porsi diskriminasi itu kian berkurang, namun sama sekali tidak dapat menghilangkan bahwa gunung dan tebing-tebing tidak bisa sepenuhnya meluruhkan berbagai sentimen antar manusia, termasuk pula dalam hal ini adalah sentimen yang didasarkan pada perbedaan gender.

Buku ini membahas dengan sangat lengkap sejarah kehadiran sosok perempuan dalam aktivitas mountaineering dunia. Bagaimana penerimaan masyarakat dan pandangan sosial terhadap mereka seiring perjalanan waktu, sampai pula pada timelapse pencapaian para pendaki perempuan yang mengukir sejarah mengagumkan di atas gunung, yang pencapaian tersebut bahkan mungkin hanya bisa diimpikan oleh sebagian besar para pendaki gunung laki-laki.

Buku Dewi Gunung adalah buku pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mengulas sejarah dan problematika perempuan dalam aktivitas pendakian gunung. Ada seratus lebih nama pendaki perempuan terbaik dunia yang dimuat dalam buku ini. Perjalanan seorang perempuan untuk meraih puncak gunung, perjuangan mereka melawan jurang diskriminasi, serta pencapaian monumental yang kemudian mampu mereka torehkan, lengkap tersaji dalam buku ini.

Judul: Dewi Gunung
Tebal: 598 Halaman
Penulis: Anton Sujarwo
Genre: Mountaineering, Adventure. Non Fiksi
Harga: Rp 148.000 (Pre order)
Rilis: 30 April 2020
Bisa didapatkan di;

  • Whatsapp : 081254355648
  • IG : arcopodostore
  • Line: arcopodostore
      BUKU KE-10: GUNUNG KUBURAN PARA PEMBERANI

      Buku ini adalah jilid ke-2 dari buku One Last Climb, jilid pertamanya adalah Maut di Gunung Terakhir. Buku Gunung Kuburan Para Pemberani adalah buku terbaru yang dirilis oleh Anton Sujarwo, tebal buku ini adalah 462 halaman dan mengangkat 13 nama para pendaki gunung terkuat di Indonesia yang tewas dalam pendakian mereka.
        
       

        Sinopis Gunung Kuburan Para Pemberani
        

Scott Fischer РRob Hall РGunth̩r Messner РNaomi Uemura РAlison Jane Hargreaves РJohn Harlin II РPark Young Seok РMaciej Berbeka РTomasz Kowalski РBenoit Chamoux РArt Gilkey РPeter Boardman РJoe Tasker РYasuko Namba РKarl Unterkircher РAlbert Frederick Mummery

Dalam dunia mountaineering profesional secara internasional, nama-nama di atas tentu saja sangat populer dengan pencapaian pendakian mereka. Namun dalam buku ini mereka dikumpulkan berdasarkan kematian yang merenggut mereka di atas gunung. Buku ini mengisahkan detik-detik kematian para pendaki besar itu dalam dekapan mountaineering.

Buku ini adalah buku kedua dari serial One Last Climb yang mengangkat tema serupa. Buku sebelumnya yang berjudul Maut di Gunung Terakhir, berisi sembilan kisah legendaris yang tak kalah hebat dengan kisah yang ada dalam buku ini.

Gaya bercerita yang asyik, sudut pandang yang menarik, bersumber pula pada referensi terpercaya, adalah beberapa kekuatan utama buku ini. Dengan bahasa yang sederhana, penulis mampu menghadirkan kejadian demi kejadian dalam berbagai kisah tragedi kematian di atas gunung yang menimpa para pendaki terbaik dunia, seolah-olah itu terjadi di depan mata para pembaca. 


      Judul: Gunung Kuburan Para Pemberani
Tebal: 450 Halaman
Penulis: Anton Sujarwo
Genre: Mountaineering, Adventure. Non Fiksi
Harga: Rp 116.000 (Pre order)
Rilis: 12 September 2020
Bisa didapatkan di;

  • Whatsapp : 081254355648
  • IG : arcopodostore
  • Line: arcopodostore


.....

Semua buku-buku yang saya ditulis di atas dapat anda peroleh di link-link yang telah saya cantumkan. Buku yang anda beli dari link tersebut saya jamin original dan baru. Bahkan jika anda menginginkan untuk tanda tangan penulis, dengan senang hati saya akan membubuhkannya buat anda.








No comments:

Post a Comment

Tulisan Terbaru

PEMUNCAKAN DAN TRAGEDI DI GUNUNG PALING SULIT DI DUNIA

Gunung K2 yang merupakan gunung tertinggi ke-2 di dunia dan merupakan satu-satunya gunung 8.000 meter yang belum tersentuh puncaknya pa...