Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

DAFTAR LENGKAP BUKU PENDAKIAN GUNUNG KARYA ANTON SUJARWO

Sejauh ini saya telah merilis 8 buku yang konsisten dengan tema pendakian gunung atau mountaineering. Buku-buku yang saya tulis ini semuanya diterbitkan secara indie dan independen, jadi memang belum bisa ditemukan di toko-toko buku utama seperti Gramedia dan sejenisnya. Namun demikian, buku-buku ini dengan mudah dapat diperoleh, baik melalui berbagai marketplace yang ada, mau pun melalui saya sendiri. Buku pendakian gunung dan mountaineering yang saya tulis ini sudah dibaca sangat luas di masyarakat. Pembaca   buku ini Allhamdulillah, telah tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai pulau Rote. Ini membuat saya semakin bersemangat untuk terus menulis dan membagikan pengetahuan yang semoga saja bermanfaat. Dari buku yang pertama hingga yang kedelapan, semua memiliki karakteristik dan peceritaan yang menarik. Semua telah mendapat rating yang bagus berdasarkaanulasan para pembacanya. Bahkan novel fiksi Merapi Barat Daya yang merupakan buku ke-4 saya, dapat dikatakan

Kisah Tragis yang Menjadi Inspirasi Film The North Face

Tahun 1936, setahun setelah kematian Karl Mehringer dan Max Sedlmeyer di Eiger North Face, sepuluh orang pendaki Jerman–Austria kembali datang ke Grindelwald dan berkemah di kaki gunung Eiger. Sebelum pendakian yang sebenarnya dimulai, satu di antara kesepuluh pemuda pendaki itu tewas saat pendakian latihan di kaki tebing Eiger yang membuat  pendakian itu terasa kecut bahkan sebelum dimulai sama sekali. Pada musim panas tahun 1936 itu cuaca memang sangat buruk, beberapa hari para pendaki itu menunggu cuaca membaik, namun sama sekali tidak terlihat sedikitpun bahwa keadaan akan berubah menjadi lebih baik. H al ini kemudian membuat sebagian besar dari pendaki memutuskan untuk m eninggalkan tim eskpedisi dan mengurungkan niat mereka mencoba mendaki Eiger North Face musim itu . Setelah ditinggal oleh sebagian besar tim yang sebelumnya berjumlah sepuluh orang, hanya tersisa empat orang yang masih memiliki tekad untuk tetap mencoba mendaki Wajah Utara Eiger. Empat orang pe

5 Alasan Mengapa Menjadi Pendaki Solo Layak Untuk Dicoba

Pertanyaan ini sebenarnya bukanlah sebuah pertanyaan yang mesti sungguh sungguh dijawab dengan segala analisa teknikal dan indikasi yang  njelimet. Ketika sebuah peranyaan, “ who is the best one, solo climber or team climber..?” Maka tentu, jawaban pertanyaan tersebut akan beragam pula, tergantung dari sudut pandang mana si penjawab pertanyaan melihat kedua objek tersebut.  Siapa yang Terbaik, Pendaki Solo atau Pendaki Tim? Dan Apa Alasan Mendaki Solo Patut Untuk Dicoba? Jika yang ditanya melihat hal tersebut dari kacamata rekor, prestasi, prestisius, kesulitan, dan resiko, tentu ia akan menjawab bahwa pendaki solo adalah yang terbaik,  the solo climber is the best. Namun jika yang ditanya melihatnya dari faktor dampak kepemimpinan atau leadership , manajerial perjalanan, serta kemampuan untuk mengakomodasi semua kepentingan anggota dalam sebuah perjalanan pendakian gunung, maka sudah barang tentu ia akan memilih pendaki tim sebagai yang terbaik. Dan