Monday, 30 December 2019

Mengapa First Ascent Gunung Hkakabo Razi Penting Untuk Indonesia?



Beberapa waktu terakir, timeline beberapa media Indonesia (Medsos dan portal berita) yang memiliki perhatian pada dunia pendakian gunung mengulas tentang sebuah rencana ekspedisi pendaki Indonesia ke Gunung Hkakabo Razi. Kebanyakan dari media-media tersebut  menyoroti dari betapa ganasnya gunung tersebut, betapa berbahayanya, dan betapa sangat luar biasanya gunung yang menjadi tujuan ekspedisi tersebut.

Dari sisi teknis dan kesulitan, gunung tertinggi di Asia Tenggara ini memang digadang-gadang sebagai salah satu gunung paling menantang dalam list buku Dunia Batas Langit. Bahkan lebih jauh, Hkakabo Razi dari sisi keterasingan, tradisional mountaineering dan estetika dianggap bersanding dengan tempat-tempat populer seperti K2, Patagonia, Meru, Trango Towers dan lain sebagainya.

Akan tetapi selain menyoroti tingkat kesulitan dari Hkakabo Razi ini, pertanyaan yang juga berkembang kemudian adalah; Seberapa penting puncak gunung ini untuk dicapai oleh para pendaki Indonesia? Atau dalam kalimat yang lain, mengapa pendakian gunung Hkakabo Razi ini cukup penting dalam khazanah mountaineering Indonesia?

Mengapa First Ascent Gunung Hkakabo Razi Penting Bagi Indonesia

Sebagai orang-orang yang tertarik dengan dunia mountaineering dan alam bebas, rencana ekspedisi Hkakabo Razi tahun 2020 yang dilaksanakan oleh Eiger Indonesia ini sangat patut diapresiasi. Hal ini nampak seperti reformasi semangat explorasi yang baru, seperti kembali kepada tahun-tahun dimana semangat penjelajahan men-drive banyak petualang terbaik dunia menciptakan prestasi.

Mungkin bagi sebagian orang, agak aneh mengatakan bahwa pendakian gunung tertinggi di Myanmar ini sebagai ekspedisi perburuan first ascent. Karena berdasarkan data-data yang beredar, puncak gunung ini sudah berhasil dicapai pada tahun 1996 oleh pendaki Jepang bernama Takashi Ozaki dan sherpanya, Nyima Gyaltsen. Keberhasilan ini tentu saja membuat puncak Hkakabo Razi tidak lagi menyandang status unclimbed atau virgin peak. Dalam arti yang lebih sederhana pendakian tim Indonesia ke puncak gunung tersebut bukan lagi untuk first ascent, namun bisa jadi sebagai second ascent atau malah third ascent.

Namun kemudian jika kita membaca juga tulisan pendaki gunung Mark Jenkins mengenai eskpedisinya pada tahun 2014 bulan Nopember di gunung yang sama, akan ditemukan sedikit informasi yang agak membingungkan mengenai status first ascent Hkakabo Razi. Alasan mengapa status first ascent ini disebut membingungkan adalah karena catatan ketinggian yang dibukukan Ozaki, terpaut cukup jauh dengan prediksi ketinggian yang dicatat oleh tim Jenkins. Tulisan mengenai hal ini dapat dibaca disini

Hal lain yang cukup penting untuk membuat tulisan tentang fisrt ascent Hkakabo Razi adalah kejadian bulan Agustus tahun 2014 dimana dua orang pendaki Burma terverifikasi mencapai puncak namun tewas sesaat kemudian. Kejadian ini membuat status unclimbed gunung Hkakabo Razi semakin menuai perdebatan yang panjang. Ini seperti ketika kita membaca sejarah bagaimana George Mallory dan Andrew Irvine yang tewas pada saat upaya first ascent Everest tahun 1924.

Relevansinya dengan upaya first ascent Hkakabo Razi adalah status pendakiannya kemudian, apakah first ascent, second ascent, atau apa? Tidak sedikit orang yang percaya jika Puncak Everest sudah ditaklukkan oleh pasangan Mallory –Irvine pada 1924 saat itu. Pendapat ini secara tidak langsung juga ingin mengatakan bahwa pencapaian Edmund Hillary dan Tenzing Norgay pada tahun 1953 bukan lain first ascent melainkan second ascent.

Tapi bagaimana pun juga, sebuah klaim harus mempunyai bukti yang otentik dan meyakinkan. Dan sejauh ini klaim pendapat beberapa orang mengenai keberhasilan  Mallory Irvine tidak memiliki bukti yang kuat. Dan karena itu, tetaplah yang dicatat dalam buku besar sejarah bahwa first ascent Everest yang benar adalah tahun 1953 dengan nama Hillary Norgay didalamnya.

Sekarang jika beberapa pristiwa itu kita tarik persamaanya dengan upaya first ascent Hkakabo Razi, maka memang tidak mengherankan banyak perdebatan yang akan muncul. 
Klaim Ozaki sebagai first ascent secara tidak langsung diinterupsi dengan ekspedisi Mark Jenkins cs yang disponsori oleh National Geographic dan The North Face yang mengatakan ada perbedaan elevasi yang besar dari puncak Hkakabo Razi. Sementara itu kematian dua pendaki Burma pada bulan Agustus 2014 yang diyakini sudah mencapai namun tewas saat turun, juga semakin memperpanjang perdebatan yang ada.

Image: Jalajah Nusae

Untuk mendapatkan pengakuan yang jelas tentang first ascent gunung ini satu-satunya cara adalah mendakinya dengan sukses, mengukur elevasinya dengan akurat, kemudian turun dengan selamat. Satu saja dari tiga syarat ini tidak terpenuhi, bagaimana pun akan selalu ada interupsi yang akan datang kemudian. Dan untuk tim Indonesia yang akan mendaki gunung ini, first ascent akan sukses dilakukan jika ketiga syaratnya juga terpenuhi.

Jika pertanyaan seberapa penting sebuah pencapaian first ascent untuk sebuah negara diajukan. Memang cukup sulit untuk menemukan jawaban yang paling ekplisit dengan sederet bukti materiil yang meyakinkan. Fisrt ascent adalah prestasi mountaineering yang berkaitan erat dengan rasa hormat, prestisius, kebanggaan dan juga perjuangan serta sejarah. Meski pun membuat kebanggaan sebuah bangsa, tapi first ascent tidak akan memiliki dampak ekonomi. Setidaknya itu yang telah dicatat sejarah.

Kita ambil contoh Polandia misalnya yang menjadi tanah kelahiran para ksatria es terbaik di dunia. Polandia melahirkan banyak legenda mountaineering terbaik dunia seperti Jerzy Kukuczka, Kryszytof Wielicki, Andrew Zawada, Wanda Rutkiewicz, Voytek Kurtyka, Denis Urubko, dan masih banyak lagi. Prestasi first ascent mereka? jangan ditanya. Pendaki Polandia adalah jenis pendaki musim dingin terbaik di dunia. Mereka yang terkuat sejak dulu hingga sekarang. Hampir 75% puncak tertinggi dunia di Himalaya, first winter ascentnya dilakukan oleh para pendaki Polandia.

Namun apa dampak ekonomi dan politik (misalnya) untuk negara ini dari sumbangsih prestasi mountaineering mereka yang luar biasa?

Tidak ada yang benar-benar signifikan karena fisrt ascent tidak membua devisa Polandia bertambah. Rute Polish Line first ascent di K2 yang tak pernah mampu di-repeat hingga sekarang itu tidak otomatis membuat nilai ekspor Polandia meningkat. Atau fisrt winter ascent Lhotse yang dibukukan olh Wielicki secara solo end to end itu juga tidak membuat angka per kapita masyarakat Polandia menjadi bertambah.

Jadi untuk orang-orang yang skeptis dan pesimis, mereka tentu saja tergoda untuk bertanya; Untuk apa pencapaian first ascent dalam mountaineering? Seberapa pentingkah itu? Apa relevansinya untuk kemaslahatan negara dan bangsa? Apa benefit sosial ekonominya untuk negara? dll.

Seberapa Penting Nilai First Ascent?

Upaya pencapaian puncak gunung sebagai yang pertama di beberapa tempat bertabur dengan drama persaingan dan kompetisi yang luar biasa. Ada banyak contoh untuk menjelaskan hal ini.

4 orang tewas dalam perjalanan turun dari puncak Matterhorn sesaat setelah tim Edward Whymper berhasil mengalahkan Jean Antoine Carrel. 13 orang meregang nyawa di Everest sebelumEdmund Hillary dan Tenzing Norgay menjejak puncak Everest. 34 nyawa melayang di Nanga Parbat sebelum Hermann Buhl berhasil mendaki secara solo dan tampil sebagai fisrt ascent. Walter Bonatti dan Amir Mehdi nyaris mati menjadi tumbal persaingan mencapai puncak K2 yang pertama kali. Dan masih banyak lagi.

Kompetisi first ascent kadang tidak hanya melibatkan persaingan antar pribadi, namun juga antar negara. Apa saja yang dibawa dalam kompotisi ini,  ada banyak hal yang dipertaruhkan mulai dari nama baik, kehormatan, teladan, pencapaian, dan  sebagainya. Karena sesungguhnya pencapaian eksplorasi lebih banyak bukan tentang materi, bukan tentang kebendaan, namun lebih kepada pencapaian dan penaklukan. Bahkan Hermann Buhl sendiri mengatakan bahwa mountaineering sebenarnya adalah ‘pencaharian terus menerus untuk sesuatu yang tidak akan pernah ditemukan’.

Jadi jika pendaki Indonesia tahun 2020 nanti berhasil mencapai puncak Hkakakbo Razi, apa dampaknya untuk Indonesia?

Kita mungkin tidak akan menemukan lonjakan investasi atau nilai produktivitas meningkat. Namun yang pasti kita akan memiliki sebuah momen luar biasa untuk diingat. Kita akan membuat sebuah sejarah yang monumental untuk dikenang dan diambil pelajaran generasi selanjutnya. Kita akan mendapati kebanggaan dalam dada setiap diri anak bangsa. Bahwa beberapa putera pemberani bangsa ini telah berjibaku, memanjat dan melintasi hutan untuk mengibarkan sang merah putih pada titik tertinggi Gunung Hkakabo Razi. Dan itu tentu saja, menyemai rasa bangga dan bahagia untuk seluruh anak negeri.


Note:
Bahasan lengkap mengenai mountaineering, sejarah dan seluk beluknya, dapat dibaca pada beberapa buku saya yang sudah dicetak disini. Atau bisa juga dengan didownload di google play book disini







No comments:

Post a comment

Tulisan Terbaru

PEMUNCAKAN DAN TRAGEDI DI GUNUNG PALING SULIT DI DUNIA

Gunung K2 yang merupakan gunung tertinggi ke-2 di dunia dan merupakan satu-satunya gunung 8.000 meter yang belum tersentuh puncaknya pa...