Sunday, 28 July 2019

AGUSTUS 2019: DUA BUKU MOUNTAINEERING TERBAIK AKAN DIRILIS



Bulan Agustus ini, akan terbit dua buah buku mountaineering yang sangat layak untuk dibaca oleh sahabat semua yang memiliki minat dan ketertarikan pada dunia pendakian gunung atau mountaineering. Kedua buku ini akan memperkaya khazanah pengetahuan dan pemahaman kita semua tentang dunia pendakian gunung populer. Sebagai orang yang memiliki minat pada dunia outdoor dan pendakian gunung pada umumnya, buku ini sangat layak baca, dan sangat dianjurkan untuk dimiliki oleh sahabat semua.

Buku pertama adalah sebuah catatan, berita, tulisan, dan juga jurnal perjalanan dan pendakian gunung Everest oleh Clara Sumarwati. Sumber-sumber tulisan dan jurnal ini dikumpulkan oleh Bu Clara Sumarwati sendiri kemudian disusun oleh mas Furqon Himawan. Data-data yang dipaparkan dalam buku ini akan menambah wawasan kita tentang sejarah mountaineering Indonesia, terutama mengenai pencapaian puncak Everest yang pertama kalinya untuk Indonesia oleh Bu Clara sendiri. Buku ini kemudian diberi judul Indonesia Menjejak Everest.

Saya belum mendapatkan  informasi mendetail tentang tata cara mendapatkan buku ini. Apakah ada sistem pre order, berapa harganya, perkiraan tanggal rilisnya, dan seterusnya. Namun Insya Allah, seperti informasi yang saya diperoleh dari Bu Clara Sendiri, buku ini akan terbit bulan Agustus 2019. Dan kita bersama-sama dapat menantikannya.

Kisi-kisi cover buku pendakian Bu Clara Sumarwati yang akan dirilis


Kemudian buku kedua adalah buku saya sendiri. Buku ini merupakan buku kelima saya yang diterbitkan. Tema utama buku ini adalah kisah tentang pendakian-pendakian monumental para pendaki gunung terbaik dunia yang berujung dengan mala petaka dan kematian. Dalam paparan buku ini, kita akan melihat secara mendetail berbagai kisah penuh keberanian dan inspirasi dari para pendaki gunung yang melakukan berbagai pencapaian secara totalitas dan penuh dedikasi.

Ada sembilah kisah yang diangkat dalam buku Maut di Gunung Terakhir ini. semuanya  bercerita tentang pendakian dan pencapaian yang luar biasa dari tokoh alpinis dunia. Sembilan kisah dalam buku ini juga adalah jilid pertama dari tiga jilid buku yang saya siapkan untuk membahas tema tengan One Last Climb atau pendakian terakhir dari seorang legenda mountaineering. Dua jilid setelahnya Insya Allah akan dirterbitkan menyusul. Informasi akan saya update dikemudian hari.

Kisah pertama dalam buku Maut di Gunung Terakhir akan mengangkat nama Anatoli Boukreev, pendaki besar Kazakhstan yang juga sempat menjadi pemandu ekspedisi Kopassus Indonesia mencapai puncak Everest tahun 1997. Pesan dan inti kisah ini adalah detail kematian Anatoli di tebing selatan gunung Annapurna yang hilang dihantam longsoran es. Namun profil pendakian Anatoli di Kangchenjunga, di K2, di Denali, dan di Everest yang menyeret kontroversi antara dirinya dan John Krakauer terkait musibah yang menimpa tim Rob Hall dan Scott Fischer juga akan diuraikan dengan sangat informatif dan menarik.

Lalu kisah kedua ada tentang Jerzy Kukyuczka dari Polandia, pendaki gunung terbesar dan paling revolusioner di Himalaya. Selain melihat kematian dramatis Kukuczka karena talinya putus saat mendaki Lhotse, detail pendakiannya di Annapurna, rivalitasnya dengan Reinhold Messner juga akan dibahas dengan tuntas.

Kemudian ada kisah George Mallory dan Andrew Irvine  yang hilang dalam ekspedisi Everest tahun 1924. Profil Mallory akan kita lihat secara menyeluruh, mulai dari pendidikannya, karir militernya, pernikahannya, dan tentu saja kisah pendakiannya. Ini menjadi kisah yang sangat menarik, karena pendakian Everest tahun 1924 selalu menyisakan pertanyaan yang tak pernah terjawab hingga sekarang; Apakah George Mallory dan Irvine Andrew telah mencapai Puncak Everest sebelum keduanya menghilang ditelan badai pada saat itu?

Kisah-kisah selanjutnya dalam buku Maut di Gunung Teakhir tak kalah menarik. Misalnya tentang Wanda Rutkiewicz, pendaki wanita pertama dunia yang mengoleksi sembilan puncak tertinggi di muka bumi yang kemudian lenyap ditelan badai iblis Kangchenjunga. Kemudian ada Jean Christophe Lafaille yang dijuluki si kecil berhati singa karena keberaniannya mendaki solo pada jalur-jalur mematikan di dunia. Lalu ada tentang Paul Preuss yang dianggap sebagai nabi bagi para pendaki dan pemanjat tebing sejati. Lalu ada Tomaz Humar, pendaki gunung Slovenia dengan jiwa pemberontakannya yang sangat inspiratif. Dan beberapa nama lain lagi yang tak mungkin saya sebut disini. Karena jika saya sebut semuanya, unsur suprise dalam buku itu nantinya dapat berkurang nilainya.

cover buku Maut di Gunung Terakhir


        Hal menarik lagi yang ada dalam buku Maut di Gunung Terakhir adalah kata pengantarnya yang disampaikan oleh dua sosok petualang legendaris Indonesia. Kata pengantar pertama diberikan oleh Bu Clara Sumarwati, orang Indonesia pertama yang berhasil mencapai puncak Everest, sekaligus juga pendaki perempuan ASEAN pertama yang mencapai prestasi itu. Kemudian kata pengantar kedua diberikan Syamsirwan Ichien, aktvis senior dari MAPALA Universitas Indonesia, seorang tokoh yang tumbuh bersama nama besar seperti Norman  Edwin, Soe Hok Gie ataupun Herman Lantang. Dua sambutan ini sangat berarti bagi saya, sebagai wujud dari apresiasi para tokoh senior terhadap hadirnya buku-buku mountaineering yang berkualitas di Indonesia.

        Buku Maut Gunung Terakhir ini akan dirilis pada akhir Agustus 2019. Dan sekarang sudah dibuka kesempatan pre order untuk mendapatkan cetakan perdananya. Pre order dibuka sejak tanggal 28 Juli 2019 sampai dengan tanggal 15 Agustus 2019.

        Harga diskon istimewa dari per order buku Maut Gunung Terakhir adalah Rp, 98.000. Sementara normal harga jualnya setelah dirilis adalah Rp, 116.000. 

Selanjutnya sahabat yang tertarik untuk memiliki buku istimewa ini dapat melakukan pemesanan pre order melalui nomor WA: 081254355648 (bisa request ttd penulisnya langsung secara free) atau dapat juga melalui akun instagram arcopodostore.


No comments:

Post a Comment

Tulisan Terbaru

PEMUNCAKAN DAN TRAGEDI DI GUNUNG PALING SULIT DI DUNIA

Gunung K2 yang merupakan gunung tertinggi ke-2 di dunia dan merupakan satu-satunya gunung 8.000 meter yang belum tersentuh puncaknya pa...