Monday, 16 April 2018

MENDULANG TRUST DI MEDAN CADAS



       
Apa yang harus dilakukan supaya orang-orang tertarik membeli sandal outdoor berbau Jepang ini?

          Tahun 2009 sampai 2010 pertanyaan itu menggelayut dibenak saya, Akasaka adalah nama yang asing saat itu, memasukkan sebauh brand ‘tidak populer’ dalam toko yang baru mulai tumbuh adalah sebuah risiko tersendiri, dan mindset adalah faktor utama yang menjadi kendala saat itu. Dibanding brand-brand yang sudah punya nama, nama Akasaka tentu adalah sebuah nama asing yang tentu tidak mudah menarik perhatian konsumen, brand lain yang lebih populer umumnya telah menjadi pilihan utama dalam mindset para pembeli.

          Garansi Satu Tahun yang kemudian diluncurkan oleh sandal Akasaka menjadi sebuah balistik yang cukup meyakinkan, dengan jaminan penggantian produk baru dalam kurun waktu satu tahun jika terjadi kerusakan, ketangguhan produk ini mulai menemukan podiumnya sendiri. 

Selama kurang lebih lima tahun saya memajang produk Akasaka di toko, hanya ada satu klaim permintaan garansi, itupun sebenarnya bukan merupakan bagian dari pemakaian yang wajar sebagai syarat pengajuan klaim garansi. Sandal akasaka milik si pembeli yang sudah dipakai sekitar sepuluh bulan suatu saat bermasalah, dan ia menemui saya di toko untuk membicarakan hal itu.

“Mas saya kemarin beli sandal akasaka di sini, apakah garansinya benar-benar berlaku Mas..?”

“Tentu saja berlaku Mas, ada apa dengan sandalnya..?” tanya saya dengan ramah.

“Sandalnya putus Mas”

“Putus?” saya bertanya untuk meminta ketegasan kepada pembeli tersebut, karena sudah lebih dari empat tahun saya memjual produk Akasaka, tidak ada satupun keluhan mengenai produk ini.

“Iya Mas, putus” Pembeli itu kemudian membuka tas yang ia bawa, dari dalamnya ia mengeluarkan sebuah kantong kresek berisi sepasang sandal Akasaka model Sago. “Ini yang kanan putus Mas..”
 
Saya menyambut sandal yang disodorkan tersebut, memeriksanya dengan cukup cermat. Tali webbing bagian belakang memang terlihat robek, namun belum benar-benar putus seperti keterangan yang ia sampaikan.

“Jika boleh saya tahu kenapa bisa seperti ini Mas? 

“Tiga hari yang lalu sandal saya dipinjem temen Mas, dan ia jatuh dari motor, sandalnya nyangkut dan jadi begini...”

Saya manggut-manggut mendengar keterangan pembeli tersebut. Produk yang mengalami damage karena kecelakaan pada dasarnya bukanlah bagian dari garansi yang disediakan. Akan tetapi saya juga tahu dari mana pembeli ini berasal, ia harus mengendarai motor hampir empat jam melewati hutan belantara dari sebuah kota terpencil di Kalimantan Timur untuk mengantarkan sandal ini, dan tentu saja berharap garansinya bukanlah sebuah ilusi semata.

“Mas, sebenarnya garansi yang ditanggung oleh produksi bekerjasama dengan toko adalah kerusakan yang disebabkan oleh penggunaan normal, dan kecelakaan bukanlah bagian dari itu..”. Saya menghentikan kalimat saya sebentar, ada sebuah sorot kecewa  dari mata pembeli yang tampaknya mulai terbit dari ucapan saya barusan. Jadi sebelum ia bertambah kecewa, saya menyambung ucapan saya kembali.

“Namun saya tetap mengganti sandal Mas yang rusak ini, sebagai perwujudan dari responsible saya selaku pemilik toko dan Akasaka sebagai sandal outdoor terbaik di Indonesia, boleh saya minta notanya saat membeli sandal ini dulu Mas..?”. Setelah nota ia serahkan, sayapun mempersilahkan pembeli itu untuk memilih sandal Akasaka yang ia inginkan sebagai gantinya, dan proses realitas garansi itupun berjalan dengan lancar.

***
          Selain menjual produk Akasaka, saya juga adalah pemakai setia dari brand anak negeri ini, dan sejauh ini, saya tidak menemukan keluhan apapun tentang merek ini kecuali beberapa kali hilang saat dibawa kondangan atau sholat taraih di masjid raya. 

          Sahabat saya yang sering beraktivitas di laut memberi testimoni jika sandalnya sama sekali tidak bermasalah meski hampir dua tahun selalu bercumbu dengan air asin. Sementara teman yang berprofesi di bengkel memberi testimoni mengenai grip tapaknya yang kebal di medan licin oli dan minyak. Sedangkan teman-teman yang beraktivitas luar ruang baik sebagai hiker, kayaker dan lain sebagainya, mengungkapkan bahwa sandal akasaka mereka dapat diandalkan dalam berbagai medan yang menantang. Dengan semua ini saya mulai dapat menarik kesimpulan bahwa seiring waktu, brand berbau Jepang ini telah menunjukkan kualitas dan kapabilitasnya yang memang layak mendapat kepercayaan untuk digunakan di berbagai medan petualangan tanah air, baik ia rimba belantara, bebatuan yang terjal, lintasan berlumpur, air asin yang tajam dan lain sebagainya.

          Meskipun saat ini saya tidak lagi aktif berdagang seperti sebelumnya, toko offline yang saya rintis beberapa tahun lalu di Kalimantan Timur, tumbang dikarenakan berbagai tantangan yang tidak dapat lagi diselesaikan (sementara, untuk saat ini saya sepenuhnya beralih ke online). Akan tetapi saya ikut senang dan bahagia melihat perkembangan produk sandal Akasaka yang kian dikenal di Indonesia. Dengan konsistensinya menjaga mutu saya memang memprediksi bahwa suatu ketika sandal ini akan memiliki panggungnya sendiri di kalangan pegiat alam Indonesia. Saya meskipun tidak mengenal secara langsung dan pribadi kepada Bapak Dasmirat (pemilik brand ini saat saya masih bermitra sebaga reseller), namun jiwa amanah dan pandangan beliau yang revolusioner, saya yakin akan menuai ‘berkahnya’ dikemudian hari. 

Dan mungkin saja sekarang atau sebentar lagi, hari-hari berkah itu akan dituai oleh Akasaka, sebagai buah dari konsistensi mereka membangun trust di medan yang cadas.



Salam

Anton Sujarwo, Arcopodo Adventure Store


#writingcontestakasaka #akasakaanniversary22 #akasakaoutdoorgear #Sobatakasaka

Visit kesini untuk informasi lebih lanjut produk ini; www.akasakaoutdoor.co.id

No comments:

Post a comment

Tulisan Terbaru

PEMUNCAKAN DAN TRAGEDI DI GUNUNG PALING SULIT DI DUNIA

Gunung K2 yang merupakan gunung tertinggi ke-2 di dunia dan merupakan satu-satunya gunung 8.000 meter yang belum tersentuh puncaknya pa...