Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

HARI BERKABUNG PARA PENDAKI GUNUNG

          Hari Jum’at, tanggal 24 Agustus kemarin, menjadi hari yang cukup kelabu dalam dunia mountaineering Amerika. Sebenarnya tidak hanya Amerika, publik internasional yang memiliki perhatian terhadap mountaineering juga merasakan hal yang sama, kehilangan mendalam. Rasa kehilangan ini disebabkan oleh dua kematian sekaligus dari dua legenda pendaki besar Amerika yang sangat berpengaruh pada zamannya. Kedua legenda ini telah memperkaya wajah dan pengertian bagi dunia mountaineering secara umum, baik dari sisi filosofi, teknik, pencapaian, maupun peralatan.           Kematian pertama menjemput Tom Frost di rumah sakit Oakdale, California. Frost menderita kanker yang sudah cukup lama dan membuatnya terpaksa lebih sering mengunjungi rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Setelah kematian Tom Frost, beberapa jam kemudian berita duka kembali memenuhi langit para pendaki gunung Amerika dengan meninggalnya Jeff Lowe di kediamannya di Colorado. Jeff Lowe seperti yang telah lama

JALAN BUNTU PARA PENDEKAR ES

Denis Urubko dan Simone More, dua pendaki musim dingin gunung delapan ribu meter Himalaya yang terkuat saat ini Semua gunung delapan ribu meter yang masuk dalam list fourteen eight thousander telah berhasil didaki pada musim dingin, kecuali K2 . Chogo Ri atau K2 adalah satu-satunya puncak gunung delapan ribu meter yang belum bisa digapai pada musim dingin hingga detik ini .            Perlombaan untuk menjadi winter first ascent gunung delapan ribu meter adalah sebuah kompetisi yang panas sekaligus sportif. Animo para mountaineer dan pendaki kelas dunia untuk mengikuti kompetisi ini biasanya begitu tinggi , dan pristiwa serupa   mungkin dapat kita lihat contohnya dalam sejarah pendakian musim dingin Nanga Parbat. Sebelum berhasil dimenangkan oleh tim internasional gabungan antara Simone Moro (Italia), Alex Txikon (Spanyol) , Hasan Sadpara (Pakistan) dan Tamara Lunger (Italia) pada 26 Februari 2016, perlombaan untuk mencapai puncak Nanga Parbat di musim dingin telah ber

MENDULANG TRUST DI MEDAN CADAS

        Apa yang harus dilakukan supaya orang-orang tertarik membeli sandal outdoor berbau Jepang ini?           Tahun 2009 sampai 2010 pertanyaan itu menggelayut dibenak saya, Akasaka adalah nama yang asing saat itu, memasukkan sebauh brand ‘tidak populer’ dalam toko yang baru mulai tumbuh adalah sebuah risiko tersendiri, dan mindset adalah faktor utama yang menjadi kendala saat itu. Dibanding brand-brand yang sudah punya nama, nama Akasaka tentu adalah sebuah nama asing yang tentu tidak mudah menarik perhatian konsumen, brand lain yang lebih populer umumnya telah menjadi pilihan utama dalam mindset para pembeli.           Garansi Satu Tahun yang kemudian diluncurkan oleh sandal Akasaka menjadi sebuah balistik yang cukup meyakinkan, dengan jaminan penggantian produk baru dalam kurun waktu satu tahun jika terjadi kerusakan, ketangguhan produk ini mulai menemukan podiumnya sendiri.  Selama kurang lebih lima tahun saya memajang produk Akasaka di toko, hanya ada satu