Monday, 22 May 2017

TANYA JAWAB TENTANG MERAPI MERBABU ANDONG TRAIL (MMA)




Apa itu MMA Trail?

MMA Trail adalah sebuah rute trekking dan hiking lintas yang mengambil Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan Gunung Andong  (disingkat MMA) sebagai medan dan lokasinya


Darimana sajakah rute tempuhnya MMA Trail ?

Mapping yang kita buat (ARCOPODO INDONESIA), Rute MMA diawali dari Kampung Babadan, dilanjutkan pendakian menuju Pasar Bubrah via jalur Babadan, kemudian turun via rute New Selo, lanjut lagi pendakian Merbabu via Selo, kemudian turun via Wekas, dan kemudian dilanjutkan menuju gunung Andong via Sawit, untuk kemudian turun dan finish di basecamp gunung Andong via kampung Gogik.


Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan MMA Trail ?

Ini relatif, tergantung juga dari kemampuan dan kecepatan si hiker dan pendaki itu sendiri, seorang dengan kemampuan sedang mungkin bisa menyelesaikannya dalam waktu 4 - 5 harian, sedangkan orang yang mungkin memiliki fisik super dan stamina sangat oke bisa saja menuntaskannya dalam waktu 2 atau 3 hari…


Apa sih aturan dari MMA Trail ini…?

Tidak ada, just hike dan walk. 

Seperti biasa mendaki gunung pada umumnya, hanya berjalan mengikuti jalur. 

Namun memang pada pelaksanaannya kita menekankan untuk menyelesaikan trail ini dengan pure berjalan kaki dari titik start ke finish, tanpa kendaraan, tanpa porter, jadi tidak total rasanya jika menumpang kendaraan seumpama dari Base Camp Merapi New Selo menuju Base Camp Merbabu Selo, ataupun menggunakan kendaraan dari Base Camp Merbabu Wekas menuju Base Camp Andong.

Namun ini bukanlah sebuah aturan yang mengikat dan harus ditaati, hanya semacam norma tantangan saja. Beberapa orang yang mungkin memiliki kendala lain, tentu dapat saja menggunakan jasa angkutan antar base camp ke base camp.


Apa yang istimewa dari MMA Trail …?

Pertanyaan ini juga menurut saya memiliki jawaban yang relatif.

Jika dicari sebuah keistimewaan, mungkin sebagian orang tidak menemukannya, apalagi buat beberapa orang yang mungkin pernah melakukan pendakian lintas semacam Double M ( Merapi Merbabu), Double S (Sumbing Sindoro), atau bahkan mungkin Triple S (Sumbing Sindoro Slamet), buat mereka ini tentu hal yang biasa.

Gunung Merapi merupakan gunung yang populer di tanah Jawa, Merbabu pun demikian, Andong bahkan telah menjadi sebuah tempat baru yang setiap malamnya tak pernah kosong oleh pendaki, jadi mungkin saja ketiga tempat ini adalah tempat yang biasa dan hampir sudah dikunjungi oleh setiap hiker di Indonesia.

Akan tetapi jika ketiga tempat populer ini dijadikan semacam rute trail yang saling berhubungan, dengan titik start dan finish, dengan sedikit tambahan tantangan yang menarik, tentu ini menjadi lebih mengundang interest para hiker, bahkan untuk orang-orang yang pernah mengunjungi ketiga tempat itu sebelumnya.

Secara sederhana, keistimewaan MMA Trail saya kira terletak pada tempat-tempatnya yang memang telah populer, aksesnya yang mudah menuju titik start ataupun finish, berada tepat di jantung pulau Jawa, biaya yang juga terjangkau, serta durasi waktu yang tidak terlalu lama untuk dilakukan.


Mengapa berpikir bahwa konsep MMA Trail akan menarik untuk dilakukan…?

Nah ini, saya pikir konsep MMA Trail akan menjadi sebuah pilihan dan opsi baru bagi teman-teman penghobi hiking dan mendaki gunung di Indonesia. 

Kita tahu, kegiatan mendaki gunung sudah sangat ramai saat ini, hampir semua jalur pendakian dipadati oleh para pengunjung. Ini secara tidak langsung sekaligus menghilangkan value tantangan yang selama ini seolah sakral dalam aktifitas pendakian, hingga beberapa orang mulai merasakan jenuh, kehilangan minat mendaki gunung, kehilangan juga “rasa” yang biasanya selalu hadir dalam atmosfer sebuah petualangan.

Kehadiran konsep MMA Trail menjadi sesuatu yang pantas untuk dicoba, mendaki Merapi, Merbabu, dan Andong tidak lagi sebatas naik dan turun semata, namun menjadi sebuah rangkaian perjalanan yang tertarget dan terarah. Yang selain membutuhkan stamina prima, juga membutuhkan manajemen perjalanan yang baik.


Dari keseluruhan rute yang telah dipetakan, titik manakah yang paling sulit…?

Pendakian Merapi via Babadan mungkin menjadi yang paling menantang, karena itu saya memasukkan dalam etape pertama titik start.

Jalur yang masih jarang dilalui, medan yang juga tidak mudah, semuanya akan memperkaya nilai tantangan dan petualangan.

Bahkan untuk saya pribadi yang hampir sepuluh kali menjelajahi rute ini, masih bisa juga lost dari jalur yang kita buat tujuh bulan yang lalu, tentu ini menjadi sesuatu yang sangat menarik kan..?


Oya, bukankah jalur Babadan adalah jalur illegal alias belum resmi..?

Jika belum resmi saya sepakat, memang jalur ini belum resmi, meskipun sudah ada wacana untuk meresmikannya.

Namun jika dikatakan ini adalah jalur illegal, saya pikir ini agak berlebihan, rute Babadan adalah rute pendakian kuno gunung Merapi, sepanjang jalurnya kaya akan historical dan sejarah, terkadang jalur ini juga menjadi jalur bagi penduduk yang mencari buah mandingan gunung, bahkan dulu juga pernah menjadi jalur jelajah oleh beberapa turis mancanegara dengan dipandu oleh penduduk lokal.

Jika diresmikan dengan guntingan pita oleh pejabat, jalur Babadan memang belum mendapatkannya, namun sepanjang yang saya tahu, mendaki rute ini tidak dilarang, dengan konsekuensi tentu saja, segala resiko ditanggung sendiri oleh para pendaki.

Dengan MMA Trail, mendaki gunung Merapi, Merbabu, dan Andong menjadi lebih menarik 


Saya dengar ide MMA Trail ini terinspirasi oleh film The Way, yang menceritakan rute religious  El Camino di Spanyol ?

Sebenarya iya juga, pengaruh film Track, Wild, The Wayback, dll, yang menceritakan sebuah perjalanan trekking yang panjang di Appalachian Trail, Pacific Crest Trail, atau Siberian Trail. Namun ini tentu jauh sekali jika dibandingkan dengan trail –trail yang demikian, baik dari sisi jarak, waktu tempuh, medan, dan juga hal lainnya.

Sekali lagi MMA Trail hanya diharapkan menjadi opsi dan pilihan baru bagi pecinta hiking dan trekking di Indonesia.


Apa harapan anda sebagai penggagas MMA Trail ini ke depannya..?

Saya tentu berharap konsep ini dapat diterima dan diminati oleh masyarakat.

Selanjutnya saya berharap konsep MMA ini tidak hanya terhenti pada finish di gunung Andong basecamp Gogik, namun sebenarnya saya lebih sreg jika Trail finish MMA di danau Rawa Pening, jadi nanti rute ini sedikit ditambah jaraknya dengan memasukkan gunung Telomoyo dan juga Rawapening didalamnya.

Dan sebagai pemanis, tentu saja ide dengan memberi cap atau stempel pada setiap Pos perhentian, dan piagam finisher pada titik akhir juga dapat direalisasikan.

***




12 comments:

  1. Apakah kalo mau ikut Mma itu ibarat open trip atau suatu grup pendaki yang boleh juga d ikuti oleh tiap orang dr berbagai daerah
    Atau MmA hanya suatu cara menikmati pendakian dengan satu tim yg ada?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih komentarnya Mas Syukur..

      Sejauh ini MMA Trail hanya sebuah rute hiking, mengenai teknis perjalanannya terserah kepada masing masing peminat Mas.

      Bisa dengan group, tim, atau open trip. Namun jasa operator untuk open trip juga tidak gampang karena akan cukup banyak menguras energi dan biaya.

      Seperti trail rute lain, ada yang memilih group, tim, bahkan solo sekalipun.. semuanya terserah kepada pendaki itu sendiri...

      Delete
  2. Ada nomor kontak untuk sharing informasi g Om tentang MMA Trail ini?

    ReplyDelete
  3. Saya tertarik sekali tentang jalur MMA Trail ini, oh ia saya sebelumnya sudah membaca artikel yang di Kompasiana yang sepertinya satu manajemen ya 😁 (mohon koreksi).

    Ok berawal dari kejenuhan juga saya melihat postingan tentang pendakian gunung dan ingin sekali ada track seperti di film Wild melintaas PCT dan betapa aerunse perjalanan di film The Way Back yang begitu greget. Akhirnya saya menemukan artikel yang saya dambakan hingga menemukan MMA, akan tetapi apakah rute tersebut masih bisa dijajaki untuk tahun 2019 ini?
    Sekedar saran sebaiknya anda membuka jasa open trip untuk rute MMA Trail ini mengingat anda yang mencetuskan konsep tersebut. Salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih apresiasinya Mas Basri

      Ya, satu sumber di kompasiana Mas.

      Semoga segera bisa direalisasikan jasa open tripnya mas Basri, Insya Allah tetap bisa. Saya sedang menyiapkan buku khusus membahas MMA Trail ini, mudah-mudahan akhir tahun sudah bisa terbit

      Delete
    2. Amin, saya tunggu bukunya 😀👍🙏

      Delete
    3. Halo mas Hasanuddin, buku MMA Trail sudah masuk masa pre order. silahkan jika mas berminat untuk mendapatkannya dengan menghubungi kontak berikut: 081254355648

      Delete
  4. Assalamualaikum mas Anto, setelah membaca postingan ini saya jadi tertarik dengan konsep MMA trail ini. Kapan masnya trip lagi, biar nanti saya bisa ikut (solo)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam, informasi open tripnya sudah dicantumkan dalam bukunya yang akan rilis akhir Desember 2019 ini. Mas Romdon bisa bergabung jika memang berminat nantinya.

      Delete
  5. dimana bisa dapetin peta rute mma trail ini? trailnya apa akan banyak aspal dan jalan kendaraan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rute lengkapnya bisa diperoleh dalam buku MMA Trail mas Ibnu, rutenya variasi antara aspal, hiking dan juga walking...

      Delete

Tulisan Terbaru

PEMUNCAKAN DAN TRAGEDI DI GUNUNG PALING SULIT DI DUNIA

Gunung K2 yang merupakan gunung tertinggi ke-2 di dunia dan merupakan satu-satunya gunung 8.000 meter yang belum tersentuh puncaknya pa...