Monday, 18 July 2016

DATA LENGKAP PENDAKIAN GUNUNG MERBABU VIA JALUR GRENDEN



 PETA SEDERHANA PENDAKIAN GUNUNG MERBABU VIA JALUR GRENDEN 





LOKASI

Dusun Grenden, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.


Akses Menuju Lokasi

Jika dari Jogja, bisa naik bus menuju kota Muntilan, dari terminal kota Muntilan anda bisa naik angkot berwarna merah menuju pasar Talun. 

Dan dari pasar Talun sebaiknya menggunakan jasa ojek langsung menuju kampung Grenden, karena angkot tidak ada yang  sampai kampung Grenden trayeknya. Jika membawa kendaraan sendiri atau naik ojek, anda bisa langsung mengarah ke lokasi wisata Gardu Pandang Ketep Pass, dari Ketep Pass kampung Grenden berjarak kurang lebih 15 menit ke arah Boyolali.

Prediksi waktu dari kota Muntilan – Grenden : 60 menit

Prediksi biaya :
Terminal Muntilan – Pasar Talun : Rp, 4.000
Pasar Talun – Kampung Grenden via Ojek : Rp, 35.000

Gerbang menuju kampung Grenden di tepi jalan Megelang - Boyolali


RUTE PENDAKIAN

Basecamp Grenden
Perizinan pendakian, penitipan kendaraan, dan mengisi formulir pendakian yang berupa checklist peralatan dilakukan disini.


Basecamp Grenden – Pos 1 Sanggar

Perkiraan waktu : 30 - 45 menit

Medan :
Melewati sedikit  bagian ujung kampung Grenden, areal perkebunan sayuran penduduk, dan kawasan hutan wisata pinus, jalur sangat jelas dan baik. Beberapa tempat tersedia shelter dan gazebo, diakhir pekan atau sedang ada acara outbound, kita akan menemukan banyak penduduk yang menjadi pedagang dadakan dengan beralas tikar disekitaran hutan pinus ini.

Jalan menanjak namun cenderung masih landai di beberapa tempat. Pos 1 merupakan satu satunya pos sebelum pos 4, dimana kita dapat menyaksikan panorama alam yang cukup menyegarkan, tidak ada salahnya untuk beristirahat dan menikmati udara hutan pinus di pos ini.

Kabut di pos 1 Sanggar


Pos 1 Sanggar – Pos 2 Lawu

Perkiraan waktu tempuh : 30 menit

Medan :
Dibuka dengan tanjakan yang melipir arah kanan sebuah bukit pinus kecil, ditengah tanjakan kita akan menjumpai sebuah pipa air yang pecah mungkin bekas terinjak, airnya yang luar biasa sejuk dan segar menyembur keluar dari pipa, anda bisa menampungnya dengan botol disini.

Jalur terus akan mengarah ke kiri bukit kemudian akan bertemu dengan pertigaan, ambil arah kiri menanjak dan ikuti petunjuk rute yang ditempel pada batang pohon, arah kanan landai adalah jalan menuju kampung Citran.

Tidak lama kemudian kita kan tiba di pos 2. Di sini kita akan menjumpai sebuah tempat datar yang bisa menampung sekitar lima tenda ukuran sedang.

Istirahat di pos 2 Lawu jalur Grenden 


Pos 2 Lawu – Cemoro Kembar 

Perkiraan waktu tempuh : 20 menit

Medan :
Menanjak dengan rute yang teduh dipayungi pepohonan yang rindang.

Seperti yang saya tulis sebelumnya, Cemoro Kembar adalah tempat yang sangat sejuk dan damai untuk beristirahat. Dibawah beberapa naungan pohon pinus yang rimbun, dibawahnya kita bisa duduk duduk atau tiduran beralaskan rumput hutan yang cukup bersih, sementara jika beruntung kicauan burung akan sering terdengar di sekitar tempat ini.

Disebut Cemoro Kembar karena di tempat ini ada dua batang pohon cemara besar yang berdiri mengapit di sebelah kanan dan kiri jalur. 

Hutan menuju Cemoro Kembar


Cemoro Kembar – Pos 3

Perkiraan waktu tempuh : 60 menit 

Medan :
Disinilah salah satu letak kekayaan jalur pendakian Grenden gunung Merbabu, mulai dari tunnel seperti di Kerinci, lumut seperti di Latimojong, habitat monyet dahan, dan beberapa burung dengan bentuk dan warna yang eksotis ada di sepanjang jalur antara Cemoro Kembar dan Pos 3 ini.

Tidak ada bonus turunan atau jalan rata melalui sepanjang jalur ini, meskipun demikian kelelahan tidak akan begitu terasa lantaran teduhnya kanopi hutan, juga keindahan ekosistem yang ada di sepanjang rute pendakian.

Pos 3 sepertinya akan menjadi salah satu tempat camp favorit pendaki Merbabu melalui jalur Grenden ini. di sini ada sebuah tempat yang bisa menampung sekitar 5 tenda ukuran sedang. 

Ditempat ini pula ada sebuah pipa air yang oleh penduduk sengaja dilobangi dan dibuat penutupnya, yang hal ini merupakan sebuah upaya penduduk bagi kemudahan para pendaki untuk memperoleh air minum.

Lintasan tunnel sepanjang 30 meteran yang hanya dapat dilewati satu orang


Pos 3 – Pos 4

Perkiraan jarak tempuh : 60 menit – 1,5 jam 

Medan :
Selepas pos 3 kita akan masih menikmati teduhnya hutan yang rindang, namun sekitar 20 menit setelah itu, medan akan disuguhkan dengan areal batas vegetasi. Hutan belukar berlumut yang sebelumnya memenuhi sekeliling pelan pelan akan semakin berkurang seiring langkah yang semakin tinggi.

Selanjutnya adalah salah satu medan terberat rute Grenden menghadang didepan mata, sebuah lintasan menanjak terjal sepanjang lebih kurang 300 meter ditengah hutan yang bekas terbakar. Saya sendiri dalam catatan menyebut tempat ini sebagai Taman Edelweis Mati, karena disepanjang jalur dan disekeliling hanya ada hamparan pokok pokok tanaman Edelweis yang telah menghitam bekas kebakaran hebat setahun yang lalu.

Tentu sekarang permukaan tanah telah ditumbuhi oleh rumput dan belukar kembali, namun hal itu tidak mengurangi kenangan bahwa tempat ini pernah mengalami kebakaran yang cukup mengerikan. 

Areal camp ground pos 3


Dibutuhkan sedikit kejelian disini untuk menemukan sumber air yang terakhir yang bisa diambil, karena selepas Taman Edelweis Mati tidak ada lagi sumber air yang bisa kita temukan hingga ke puncak gunung Merbabu. 

Sumber air ada di sebelah kiri jalur, belum ada penanda khususnya sehingga dibutuhkan sedikit kejelian dan pengalaman untuk menemukannya, tapi Insya Allah ini tidak akan sulit.

Tidak ada papan nama di Pos 4, pos ini hanya merupakan sebuah tanah datar yang diratakan dengan cangkul seluas 2 x 2 meter, hanya cukup untuk menampung sebuah tenda ukuran kecil. 

Berita baiknya disini kita sudah dapat menikmati sedikit pemandangan sabana indah gunung Merbabu dan juga panorama luas dataran dibawahnya, itu pun jika cuaca sedang tidak berkabut. 

Pos 4 yang hanya berupa dataran tanah sempit


Pos 4 – Puncak Kendi Kencono

Perkiraan waktu tempuh : 45 menit

Medan :
Selepas pos 4 lintasan akan terus menanjak ke arah kiri, menuju punggungan gunung, sebelum mencapai punggung gunung, kita akan menemukan sebuah penanda jalur berupa bendera berwarna kuning terbuat dari plastik yang diikat pada sebuah tonggak disebelah kiri lintasan. 

Dari sini pemandang eksotis khas gunung Merbabu mulai terlihat, rasa lelah mulai akan terbayar dengan indahnya panorama disekeliling. Jika pendakian diteruskan maka kita akan berjalan di sebuah areal yang fantastis, dibelakang berlatar gunung Andong dan Sumbing Sindoro di kejauhan, sementara disebelah kiri tampak punggungan Merbabu dengan menara menjulang yang merupakan penanda dari rute jalur Thekelan, Kopeng, Salatiga.

Lintasan akan terus menanjak ditengah sabana kemuning dan hembusan angin yang cukup kencang, tepat di depan mata ada sebuah bukit berbentuk bulat seperti kendi yang dipuncaknya menancap sebuah tonggak dengan bendera yang berkibar di sekitar badan tonggak. Bukit inilah yang disebut Kendi Kencono, sebuah bukit yang menyembul indah dan menjadi ciri khas jalur Grenden. Untuk mencapai bukit ini pun sebenarnya dibutuhkan perjuangan yang cukup besar karena jalurnya yang memang menanjak tanpa bonus.

Ditempat ini juga merupakan salah satu point yang mungkin akan menjadi favorit pendaki, sekeliling kita dimanjakan oleh panoram gunung Merbabu yang sangat indah. Mulai dari lintasan Suwanting di sebelah selatan, punggungan jalur Thekelan sebelah utara, hingga juga sabana membentang luas yang kemuning bergoyang tertiup angin pegunungan. Jika sedang hening lapat lapat juga  bisa terdengar arus air dalam pipa yang dipasang penduduk yang terletak dijurang sebelah depan Kendi Kencono, meski suaranya bisa terdengar namun dalam jurang ini mungkin mencapai seratusan meter, tidak ada kabar yang indah jika jatuh kesana, jadi berhati hatilah.

Diatas bukit Kendi Kencono ini juga terdapat tempat cukup luas lagi datar, namun sangat tidak bijaksana jika mendirikan tenda disini, hembusan anginnya sangat kencang apalagi pada malam hari.

Puncak Kendi Kencono Jalur Grenden


Puncak Kendi Kencono – Puncak Kenteng Songo 3142 Mdpl

Perkiraan waktu tempuh : 60 menit – 1,5 jam

Medan :
Full sabana dikiri kanan lintasan.

Jika bertanya bonus di jalur Grenden, maka turun dari bukit Kendi Kencono sekitar 30 meteran inilah mungkin jawabannya. Kemudian lintasan akan kembali melandai dan terus menanjak.

Istilah puncak bayangan pun akan banyak dijumpai disini, kita akan mendaki dalam etape etape menuju puncak sebuah sabana. Begitu tiba ditempat yang kita pikir adalah yang tertinggi, maka kita akan menjumpai sebuah puncak yang lebih tinggi lagi di depan lintasan, dan itu akan berkali kali terjadi pada rute dari Kendi Kencono menuju puncak Kenteng Songo.

Selain perjalanan menarik yang dialami antara pos 2 dan pos 3, maka lintasan sepanjang Kendi Kencono menuju Puncak Kenteng Songo adalah jenis daya tarik lain mendaki gunung Merbabu via jalur Grenden ini.

Akan sangat menyenangkan berjalan melintasi padang sabana yang luas dalam hembusan angin pegunungan yang sejuk, belum lagi masih terdapat beberapa ekor burung yang akan berterbangan diantara pohon Cantigi yang tumbuh jarang di areal sabana sepanjang jalur ini. 

Sekitar 20 menit menjelang puncak Kenteng Songo, jalur Grenden ini akan bertemu dangan jalur Suwanting di punggungan tidak jauh dari sebuah tanah datar yang terdapat sebuah tanda panah petunjuk puncak triangulasi.

Selanjutnya rute akan terus melipir ke arah timur menuju puncak tertinggi gunung Merbabu, puncak Kenteng Songo, 3142 Mdpl.

Sabana luas menuju Kenteng Songo

CAMP GROUND

·         Pos 1 : ada banyak tempat camp yang bagus disekitar hutan pinus.
·         Pos 2 : bisa menampung maksimal 6 tenda ukuran sedang.
·         Pos 3 : dapat menampung maksimal 5 tenda ukuran sedang
·         Pos 4 : hanya muat satu tenda ukuran kecil

·         Sabana sabana yang datar dibeberapa tempat sepanjang lintasan dari Kendi Kencono menuju puncak Kenteng Songo

·         Sebaiknya tidak mendirikan tenda ditempat yang terlampau terbuka atau punggung gunung yang berisiko diterpa angin gunung yang dingin.


SUMBER AIR

·         Sepanjang jalur hingga dibawah pos 4 di Taman Edelweis Hitam

·         Jangan memotong pipa air secara permanen menggunakan pisau atau gergaji, cukup lepas sambungan pipa, ambil air secukupnya, kemudian sambung kembali.

·         Pos 3 : geser tutup pipa dan ambil air menggunaka sedotan kecil ( bisa dengan melepas selang streamer / hydro tube / atau yang lainnya ).

·         Pertengahan lintasan Taman Edelweis Hitam, arah kiri ada pancuran kecil yang memang telah disediakan oleh penduduk.

Pancuran sumber air kecil di Taman Edelweis Mati


SKEMA PENDAKIAN ( Sebagai Saran )

Ini hanya skenario pendakian yang saya sarankan, sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan saya tentang jalur ini.  

Ada dua skema yang saya sarankan dan dua duanya membutuhkan waktu tiga hari dua malam pendakian, untuk kebutuhan logistik dan perbekalan dapat disesuaikan. Insya Allah dua skema ini setiap pendaki akan bisa mencapa puncak, tanpa harus ngoyo atau memaksakan diri yang akan berisiko kelelahan berlebihan.


Skema Pertama :

Hari pertama : Start mendaki pagi hari maksimal jam 08 :00, camp pertama di sabana setelah puncak Kendi Kencono, istirahat.

Hari kedua : Summit attack, kemudian turun lagi ke camp Kendi Kencono, siangnya turun lagi hingga pos 2 atau pos 1, mendirikan camp, dan beristirahat dibawah rimbunan hutan pinus.

Hari ketiga : turun hingga base camp.

Kelebihan : Tidak terpapar panas di lintasan antara pos 3 hingga camp Kendi Kencono, dapat menikmati suasana pagi sepanjang lintasan rimba asri anntara pos 2 dan pos 3, tidak akan mengami kelelahan yang berlebihan karena memaksakan diri, berhasil mencapai puncak.


Skema Kedua : 

Hari pertama : Start siang atau sore hari, maksimal jam 14 : 30, camp pertama di pos 3, istirahat.

Hari kedua : melanjutkan pendakian hingga camp Kendi Kencono, mendirikan camp kembali, dan istirahat sambil menikmati panorama areal puncak Merbabu. Perjalanan dari pos 3 hingga camp Kendi Kencono sebaiknya dilakukan pagi hari, sebelum matahari bersinar terik, supaya tidak terpapar panas saat tanjakan panjang di Taman Edelweis Mati.

Hari ketiga : Summit Attack, kembali ke camp Kendi Kencono, Istirahat, kemudian langsung turun hingga base camp Grenden.

Kelebihan : Tidak terburu buru menuju Grenden di hari pertama, tidak akan mengami kelelahan yang berlebihan karena memaksakan diri, tidak terpapar panas matahari terik, akan mampu mencapai puncak.

***
 



14 comments:

  1. salam rimba
    menarik membaca perjalanan anda Merbabu via Grenden, jadi tertarik ingin mencobanya. Trims

    ReplyDelete
  2. nah, ketemu juga artikelnya .. jadi nambah semalem mas kemaren?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak mas, nggak cukup bekalnya buat nambah semalem lagi..

      Delete
  3. nah, ketemu juga artikelnya .. jadi nambah semalem mas kemaren?

    ReplyDelete
  4. Makasih kak jurnalnya.. sangat bermanfaat... kita dari pengelola grrnden mengucapkan banyak terimakasih dan tentunya kita juga akan banyak berbenah diri.. jangan kapok ya.. kita tunggu kedatangannya kembali.. salam rimba salam lestari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kembali mas Oktajati,, Insya Allah nggak kapok,

      Sukses terus buat kampung Grenden...

      Delete
  5. Mas Anton rencananya Dhemit gunung mau membuka jalur lama yang sudah lama tidak di pakai jalur muncak pendakian Merapi via Babadan dukun semoga bisa berikan dukungan dan journalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mas,kebetulan kamis kemarin saya sempat main ke Babadan, ngobrol banyak juga sama pak Tri Mujianto, yang bertugas di pos Babadan.

      Insya Allah saya siap mendukung sesuai kemampuan saya.

      Oya, kapan tim Dhemit Gunung rencana ke Babadan mas..?

      Delete
  6. Punya file GPX tracklog GPS jalur merbabu via grenden

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak punya mas Santri,

      Saya tidak membawa GPS saat mendakinya tempo hari

      Delete
  7. Apakah aman utk pendaki pemula yg blm pernah kesana ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah aman mas Nova,

      Namun jika memang benar benar pemula sebaiknya didampingi rekan setidaknya yang telah memiliki pengalaman mendaki.

      Jangan melakukannya secara sedirian..

      Delete
  8. Apakah aman utk pendaki pemula yg blm pernah kesana ?

    ReplyDelete

Tulisan Terbaru

PEMUNCAKAN DAN TRAGEDI DI GUNUNG PALING SULIT DI DUNIA

Gunung K2 yang merupakan gunung tertinggi ke-2 di dunia dan merupakan satu-satunya gunung 8.000 meter yang belum tersentuh puncaknya pa...