Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

SYNDROME ANTI - EVEREST DITENGAH KECAMUK PENDAKI GUNUNG

Bukan hanya dinegara kita Indonesia tercinta saja yang tiba tiba anak anak selfish dengan berbagai atribut eksistensi menyerbu puncak gunung. Jika kita mengikuti beberapa portal media outdoor luar negeri, tidak jauh jauh dulu, Malaysia lah yang juga masih hitungan satu kawasan dengan kita, demam outdoor dan adventure juga menjangkit dengan hebat disana.    Saya kebetulan mengikuti sebuah group facebook yang nama dan anggotanya merupakan dominansi kawan kawan dari Malaysia, dan jika diperhatikan dari hari hari, kronologi timelinenya juga tidak jauh berbeda dengan kondisi kita saat ini, saat hampir semua orang begitu tertarik untuk go in wild, bertualang ke alam bebas, menjejakkan kaki di puncak gunung, menyemplungkan diri di danau, menyelam di pinggiran pantai, masuk di antara semak semak hutan, Yang kesemuanya itu tampak jelas terbukti dengan antusiasmenya mereka meng-upload aktivitas tersebut di sosial media, dan mungkin bisa saja, tanpa sosial media, inti dari semu

MENGHILANG DAN KEMATIAN, CERITA USANG DARI PUNCAK GUNUNG

Belum hilang gaung cerita tentang musibah yang terjadi di gunung Rinjani, kini ditambah lagi dengan kabar tidak menyenangkan yang datang dari gunung Semeru. Jika di Rinjani beberapa waktu yang lalu kabar duka berhembus karena meninggalnya salah satu pendaki perempuan yang berasal dari kota Sumatera Selatan, maka kali ini kota Cirebon yang ikut dibicarakan di gunung Semeru.  Dua orang pendaki dari kota Cirebon sejak kemarin, 21 Mei 2016 dikabarkan menghilang di sekitar puncak gunung Semeru. Dua orang yang dinyatakan hilang tersebut adalah Supriadi ( 26 tahun ) dan Zirli Gita Ayu Safitri ( 16 tahun ). Mereka mendaki gunung Semeru bersama ke empat temannya yang lain, yaitu Sukron yang bertindak sebagai leader, Achmad Khairudin, Lindianasari, dan Rizatul Rizki. Dalam kronologi kejadian yang sempat saya baca dibeberapa media online, dituliskan bahwa keenam teman pendaki kita ini mencoba meraih puncak Semeru pada tanggal 19 Mei kemarin. Dua orang diantara mereka

Referensi Film Pendakian Gunung: Mati Untuk Menyentuh Langit di Sirip Hiu Gunung Meru

Saya sudah beberapa kali mencoba untuk menulis lagi di blog kita yang sederhana ini, namun tidak mudah juga rupanya setelah vakum sekian lama. Sahabat-sahabat pembaca blog www.arcopodojournal.com yang mengenal saya secara dekat baik langsung mau pun hanya lewat media sosial seperti facebook, bbm, atau yang lainnya, tentu mengetahui apa yang barusan terjadi dengan saya. Dan saya yakin akan mengerti jika tidak mudah untuk kembali normal setelah kejadian tersebut. Buat yang bertanya-tanya, kejadian apakah gerangan yang terjadi pada saya, mohon maaf saya tidak akan menceritakan secara detail di sini. Namun jika sahabat pembaca penasaran dan ingin tahu mengapa sekian lama blog tempat berbagi kita ini saya biarkan terbengkalai, maka kejadian inilah salah satunya yang membuat saya belum dapat menulis seperti biasanya.  Silahkan klik disini untukmembuka linknya. *** Baiklah, kali ini saya ingin berbagi sedikit tentang film pendakian gunung MERU , film dokumenter yang