Monday, 7 December 2015

Memahami istilah “ harga teman” , atau hanya sebuah permintaan harga murah



“ Masa buat saya kasih harga segitu, kasih harga teman dong…”

“..saya mau beli barang ini dari kamu, tapi kasih saya harga friend ya..”

Atau,

“.. Harga temanlah buat saya, masa saya disamain sama pembeli umumnya…”

Saya rasa teman teman, atau sahabat semua yang biasa dengan proses jual beli, atau malah ada yang berprofesi sebagai penjual atau seller, tentu sudah sangat akrab dengan kalimat kalimat seperti yang kita tuliskan di atas contohnya. 

Nah untuk tulisan  kita saat ini, saya akan mencoba mengajak sahabat semua yang biasa membaca di blog sederhana www.arcopodojournal.com ini untuk ngobrol tentang istilah “harga teman”.  

Bagaimana sih sebenarnya maksud dari sebuah istilah harga teman, bagaimana pula mestinya tanggapan kita sebaiknya dalam menyikapi permintaan harga teman dari seseorang yang menawar dagangan kita, jika umpamanya kita adalah seorang pedagang. Dan bagaimana pula kita merasa berhak untuk memperoleh “harga teman” ketika kita menginginkan sebuah barang yang kebetulan saja mungkin dijual oleh seseorang yang kita kenal.

Seperti pada tulisan saya pada posting posting sebelumnya, bahwa bisa saja tulisan ini nanti tidak sependapat dengan sudut pandang sahabat pembaca lainnya, dan itu sama sekali bukan sesuatu yang mesti kita perdebatkan. Saya akan  menyampaikan sesuatu yang sesuai dengan sudut pandang saya pribadi, dan sahabat bisa ikut menyampaikan pendapat sahabat dalam kolom kementar.

Jadi, apa sih yang dimaksud dengan harga teman…?

Apakah sebuah istilah lain dari harga murah, harga super sale, harga + bonus, atau harga dasar ditambah untung dikiiit banget.


Selama ini jika seseorang calon pembeli yang mungkin saja mengenal nama atau diri kita sebagai penjual atau pedagang, lantas kemudian ia mengajukan permintaan “harga teman”, maka hal itu sudah dapat diartikan dengan pastisebagai sebuah permintaan harga yang lebih murah dari biasa kita berikan pada umumnya. Jadi secara singkat dapat kita definisikan bahwa istilah “harga teman”, adalah sebuah harga lebih murah dari biasanya berdasarkan permintaan calon pembeli, yang pada kontek ini mengaku sebagai teman kita.

Dan itu adalah pengertian secara real istilah harga teman yang kita kenal selama ini.

Namun benarkah demikian hakikatnya pengertian sejati dari sebuah istilah “harga teman” …?

Saya tidak akan menjawab hal ini secara langsung, namun saya akan menyampaikan sedikit cerita yang terjadi pada saya secara pribadi. Karena saya juga merupakan seorang pedagang / reseller / dropshipper/ pemilik toko / dan juga owner sebuah website toko online, yang telah terbiasa berkutat dengan beraneka ragam type calon pembeli atau buyer alias calon pembeli. Tentu saya juga pernah beberapa kali memperoleh proposal / atau istilahnya permintaan harga khusus, atau yang seperti kita ceritakan saat ini, sebuah “harga teman”.

Saya tidak akan bercerita detail individu dan kejadiannya, namun saya akan memberikan gambaran jelas tentang pengertian harga teman yang benar benar pas menurut saya.

Saya memiliki beberapa teman dekat, yang juga sering membeli barang dan kebutuhan outdoor dari saya, jumlahnya mereka mungkin berada dibawah angka 20 orang, namun saya akan menceritakan bagaimana mereka menetapkan istilah “harga teman” untuk saya.

Jika mereka, teman teman dekat saya ini, ingin membeli suatu barang dari saya, saya biasanya akan memberi mereka harga khusus, harga modal + keuntungan sedikit, yang pasti tidak rugi setelah dikurangi berbagai biaya seperti shipping, cost stock, dan lainnya.

Umpamanya, jika sebuah barang secara regular saya jual di harga Rp, 13.500 – 14.500/pcs. Maka kepada teman teman saya ini saya akan menjual seharga Rp, 11.000 – 11.500/pcs nya, jika modal dasar saya adalah sekitar Rp, 10,000 /pcs.

Itu harga teman dari saya, saya berikan tanpa mereka minta. 

Tahukah anda mereka membayar saya berapa…?


Rata rata orang yang saya anggap teman itu tidak akan membayar 11.000 atau 11.500 seperti permintaan saya itu. Mereka akan memberi saya lebih banyak dari itu, bisa 12.000, 12.500, atau bahkan hingga 15.000.
Mengapa bisa begitu..?

Ini yang sering mereka katakan kepada saya 

“ Mas Anton kan jualan, cari untung juga, sekali kali boleh lah kasih kita harga murah, namun sekali kali kita pun boleh memberi harga berlebih karena rasa terimakasih kita kepada mas Anton…”

Jika pun saya tidak mau menerima lebih harga tersebut, teman teman saya itu akan mengubahnya menjadi cemilan, makanan, atau sekedar hadiah untuk anak saya yang baru berumur kurang dari dua tahun.

Dan saya pikir itu adalah harga teman dari mereka, modal + untung + penghargaan untuk saya.

Lantas ada juga beberapa model antitesisnya, berlawanan arah seperti yang saya sebutkan diatas.

Sebut saja seorang teman yang tidak begitu dekat, hanya kenal lewat jejaring sosial, atau kebetulan pernah satu tempat kerja, atau kebetulan memiliki hobi yang sama, atau kebetulan tergabung dalam group yang sama dalam sebuah forum diskusi dunia maya…

Ia akan meminta harga teman secara terang terangan, sesudah itu minta gratis ongkir, kemudian jika memang ada minta ditambahin souvenir yang lainnya…

Dan itu adalah jenis harga teman yang mereka inginkan.

Menghargai usaha dan jerih payah teman adalah salah satu bagian dari pertemanan yang sebenarnya

Saya menulis ini bukan karena permasalahan pelit, kikir, perhitungan, atau lain sebagainya. Namun semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua, bahwa “ istilah harga teman” memiliki kelas dan pengertian masing masing, bahwa menjadi teman seseorang lantas menawar apa yang ia tawarkan habis habisan, hakikatnya bukanlah sikap yang layak dilakukan oleh seorang yang mengaku dirinya sebagai teman.

Saya meyakini secara penuh bahwa pengertian dari istilah “harga teman”, sejatinya adalah seperti contoh pertama yang saya berikan ; si seller atau penjual memberi mereka harga yang khusus, tanpa mereka minta, sedangkan si pembeli atau buyer, membayar harga barang yang ia beli secara penuh, bahkan pada suatu kondisi bisa surplus dengan sikap berterimakasih yang tulus.

Sedangkan “harga teman” pada contoh kedua yang saya sampaikan, saya pikir bukanlah jenis harga teman yang sesungguhnya, itu hanya sebuah permintaan harga murah dari seseorang yang kebetulan mengenal nama anda.

Seseorang yang mengaku teman anda, akan menghargai usaha anda, jerih payah anda, dan juga segala kerja keras anda. Sebaliknya seseorang yang hanya menginginkan manfaat dari anda, menginginkan harga murah dari anda, tanpa menghargai apa yang telah anda usahakan, anda harus berpikir kembali untuk menganggapnya sebagai seorang teman…

Bagaimana menurut sahabat sendiri...?


Salam.

Baca juga :

 

2 comments:

Tulisan Terbaru

PEMUNCAKAN DAN TRAGEDI DI GUNUNG PALING SULIT DI DUNIA

Gunung K2 yang merupakan gunung tertinggi ke-2 di dunia dan merupakan satu-satunya gunung 8.000 meter yang belum tersentuh puncaknya pa...