Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Lima alasan mengapa mendaki secara solo layak untuk dicoba sekaligus dihindari

Pertanyaan ini sebenarnya bukanlah sebuah pertanyaan yang mesti sungguh sungguh dijawab dengan segala analisa teknikal dan indikasi yang njelimet.   Ketika sebuah peranyaan, “ who is the best one, solo climber or team climber..?” Maka tentu, jawaban pertanyaan tersebut akan beragam pula, tergantung dari sudut pandang mana si penjawab pertanyaan melihat kedua objek tersebut.  Jika yang ditanya melihat hal tersebut dari kacamata rekor, prestasi, prestisius, kesulitan, dan resiko, tentu ia akan menjawab bahwa pendaki solo adalah yang terbaik, the solo climber is the best.   Namun jika yang ditanya melihatnya dari faktor dampak kepemimpinan atau leadership, manajerial perjalanan, serta kemampuan untuk mengakomodasi semua kepentingan anggota dalam sebuah perjalanan pendakian gunung, maka sudah barang tentu ia akan memilih pendaki tim sebagai yang terbaik. Dan tulisan kita kali ini sama sekali bukan untuk membenturkan kedua pendapat tersebut. Setiap orang