Sunday, 13 September 2015

Tiga hal lain yang akan di peroleh saat mendaki seven summit Indonesia



Jika dalam kancah internasional kita mengenal ada istilah grand slam seven summit in sevent continent of the world, maka di dalam negeri kita sendiri  ada juga sebuah grand slam dalam dunia hiking dan pendakian gunung Nusantara yang mengadopsi istilah seven summit pada pelaksanaanya.

Rangking ini sering kita sebut dengan sebutan seven summit of Indonesia, atau tujuh puncak tertinggi di tujuh kepulauan besar Indonesia.

Gunung mana sajakah yang masuk dalam kategori seven summit Indonesia ini, dan mengapa hal ini dinilai cukup penting dalam usaha pencapaian sebuah rekor dalam pendakian gunung nasional..?

Setidaknya ada beberapa alasan yang menjadi pokok dasar mengapa ide seven summit of seven island of Indonesia ini layak untuk dikembangkan menjadi sebuah rangking tersendiri dalam grand slam pendakian gunung dan hiking di Nusantara. Selain nilai prestasi, rasa bangga, mencatatkan nama di panan rekor, ada pula beberapa alasan yang sangat baik mengapa sebuah grand slam pendakian tujuh puncak tertinggi di tujuh kepulauan besar di Indonesia sangat perlu untuk kita tumbuh kembangkan.

  • Menumbuhkan rasa cinta tanah air yang mendalam.
Tujuh puncak tertinggi Indonesia tersebar di beberapa pulau Indonesia, sehingga untuk mengunjungi dan memuncakinya, seseorang harus melakukan sebuah perjalanan yang cukup serius.

Puncak puncak ini berdiri di atas ribuan Mdpl dan berada dalam teritori hutan tropis Indonesia, juga beberapa di antaranya merupakan masuk areal terlindung dalam kawasan dan kepemilikan hutan adat, sehingga untuk mengunjunginya, mau tidak mau seseorang mesti juga bersinggungan dengan adat dan budaya asli setempat.


Dan hal ini tentu saja merupakan sebuah edukasi dan infiltrasi tanpa terencana, menjadi cikal bakal tumbuh berkembangnya rasa cinta terhadap nusa bangsa, melebihi sebelumnya.

Anda bisa bayangkan sendiri, saat menyapa Semeru dengan penduduk ranupaninya yang ramah. menghirup Oro Oro Ombo yang wanginya semerbak, atau tatkala menjejak pintu rimba gunung Kerinci, bercermin di danau Kaco- nya yang berkilau, atau mungkin juga ketika mendaki jalanan berliku di Latimojong, melihat anak anak mengaji di Rantelemo…

Melihat semua itu, izinkan saya bertanya… apa yang sahabat rasakan…?

Kemudian lagi ketika menyibak belantara Bukit Raya, menaiki sampan di tengah jantung masyarakat dayak Kalimantan yang ramah, atau bila pula, ketika mengunjungi jalanan bergerigi di gunung Binaiya, mencium tanah yang rempah rempah dan hasil buminya telah terkenal sejak dulu kala, pun saat mengarungi sabana gunung Rinjani, memancing ikan di Segara Anak, berteduh dalam rindangnya pohon pinus di jalur Senaru…

Izinkan lagi saya bertanya kepada sahabat, apa yang anda rasakan….?

Terakhir,  ketika tarian pria berkoteka menyambut ramah, dengan penuh kepolosan dan ketulusan, kicauan cendrewasih mendendangkan lagu dari surga, angin dingin menusuk tulang dalam desis salju abadi di puncak Jaya Wijaya, Carztens Pyramid.
 
Sahabatku, terakhir kali…, izinkan saya bertanya lagi, what do you feel…? Apa yang anda rasakan…?


Saya tidak yakin akan mendapatkan jawaban di luar kontex kekaguman, rasa syukur, dan pelukan pengabdian untuk Sang Kuasa, Allah SWT. Kita di anugrahi negeri yang sungguh sungguh indah, very very beautiful, jadi kemudian apakah anda semakin cinta kepada Indonesia, tanah tumpah darah kita ini…?

Come on,, Dan nikmat Tuhanmu yang manakah lagi yang mau kamu dustakan…?
Alam Indonesia itu memang indah, tapi apakah anda pernah belajar darinya...?
Are you ever learn from that..?

  • Menyuburkan rasa syukur
Dalam kaitan dengan rasa syukur, saya mungkin tidak perlu menulis lagi panjang lebar, hanya cukup meminta sahabat mengulang membaca beberapa paragraf sebelumnya.

Dan one more time, nikmat mana lagi yang mau kamu dustakan..?

  • Menumbuhkan semangat berjuang.
Mengunjungi tujuh puncak gunung yang tersebar di tujuh kepulauan besar Indonesia, selain modal uang, juga di butuhkan tekad dan niat yang sungguh sungguh, penghormatan yang juga kuat untuk perjalanan itu sendiri.

Dengan banyaknya rintangan, halangan, kesulitan, yang dihadapi selama menempuh pendakian, sedikit banyak akan juga mempengaruhi semangat dan kesungguhan dalam berjuang menuntaskannya, dan dalam hal ini Insya Allah juga akan ber implikasi pada perkembangan dan spirit tempur dalam kehidupan sehari hari, sehingga pada perkembangannya, akan mengikis jiwa cengeng dan bawel yang mungkin saja masih mewarnai selama ini.

Jadi jika saat ini teman teman telah memiliki ide untuk menjelajah ke tujuh puncak tertinggi Indonesia di tujuh kepulauan besarnya, maka lanjutkan, itu niat dan ide hebat.

Jika selama ini, beberapa di antara kita malah lebih menikmati jumlah like, coment “wow” saat memposting foto perjalanan kita di sosial media, mungkin kini saatnya, untuk mencoba melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar itu.

Cobalah melakukan perjalanan dan pendakian yang destinasinya juga adalah juga memupuk rasa cinta tanah air yang mendalam, rasa syukur, dan juga kegigihan dan semangat untuk berjuang.

Dan seven summit Indonesia, Insya Allah adalah langkah yang bagus untuk memulainya...



Salam.
Please share if you like this article

No comments:

Post a comment

Tulisan Terbaru

PEMUNCAKAN DAN TRAGEDI DI GUNUNG PALING SULIT DI DUNIA

Gunung K2 yang merupakan gunung tertinggi ke-2 di dunia dan merupakan satu-satunya gunung 8.000 meter yang belum tersentuh puncaknya pa...