Thursday, 3 September 2015

Kakek 67 tahun menyeberangi samudra altantik hanya dengan sebuah kayak, Aleksander Doba, Adventure of the year 2015



Apa yang terpikir oleh kita, jika mendengar seorang kakek keriput berusia hampir 70 tahun.?

Sebagian besar dari kita akan berpikir jika ia akan banyak menghabiskan waktunya dengan duduk di depan tv, bermain bersama cucu, jalan jalan di taman kota, atau paling paling, jika masih memungkinkan ia akan bermain golf disebuah resort yang asri dan hijau.

Namun tidak semua kakek kakek begitu, ini salah satunya.

Aleksander Doba, a man who winning adventure of the year 2015. 

Ya ini dia, si pemenang Adventure of The Year versi National Geographic Adventure tahun 2015.

Seorang pemuda berusia 67 tahun, begitu Aleksander Doba menyebut dirinya, a young man 67 years. Jika kakek lain mungkin sedang duduk di kursi goyang empuk menikmati sore yang indah di balkon rumah, maka Doba lebih memilih mengayuh paddlenya membelah samudra atlantik dengan sebuah kayak. Jika kakek yang lain memilih tidur di kasur kenyal sambil memegang remote tv, maka Doba lebih memilih tidur berhimpitan dengan perlengkapan bertualangnya, di dalam ruangan sebuah kayak berukuran kurang lebih 3 x 8 meter.

Apa yang di lakukan petualang kelahiran Polandia ini, Aleksander Doba adalah sebuah kegilaan, he really did the madness. Dengan kayak type OLO tersebut, Ia melakukan sebuah ekspedisi yang “mengerikan”, menyeberangi samudra atlantik yang ganas seorang diri, hanya dengan sebuah kayak , tanpa mesin, dan tanpa layar, totally only with him arm and paddles.

Doba memulai perjalanannya dari Lisbon, Portugal pada 5 Oktober 2013, dan finish di Florida, Amerika Serikat, pada tanggal 19 April 2014. Hampir delapan bulan penuh Doba menghabiskan hari harinya dengan berteman paddle, kayak, dan air laut samudra Atlantik.

Dan tentu saja bukan perjalanan yang mudah melintasi jarak sejauh 7.716 mil dengan kayak seorang diri, apalagi pada suatu ketika ia pernah melenceng dari rute karena telepon satelit yang ia miliki mengalami kerusakan dan kehabisan battere. Total sekitar 47 hari Doba terapung apung di laut tanpa memiliki arah yang pasti untuk mendayung kayaknya, karena arah navigasi yang tidak dapat diketahui.  Dan ada 40 harian Doba harus membuang waktu dari schedule yang seharusnya.


Menyeberangi samudra ganas atlantik dengan kayak bukanlah untuk yang pertama kalinya Doba lakukan, sebelumnya Ia pernah melakukan hal serupa pada tahun 2010. Rutenya pada tahun 2010 meliputi Dakar, Senegal, hingga Acarau, Brazil. Perjalanan Transatlantic Kayak Expedition padding ini menghabiskan waktu 99 hari, menempuh jarak 3.913 mil.

Banyak juga hal yang menghalangi perjalanan kakek tua yang berjiwa muda ini di tengah samudra yang ganas, mulai dari serangan hiu yang tertarik dengan kayaknya, hingga sekitar lima minggu nyasar ke areal segitiga Bermuda, dan waktu menyasar ini digunakan Doba untuk memperbaiki kayaknya.

Kayak yang digunakan Aleksander Doba bukanlah jenis kayak biasa seperti yang juga biasa kita lihat, kayak ini memiliki desain khusus, bahkan sang desainer kayak Andrzej Arminski, memang secara khusus mendesain kayak yang Doba gunakan ini untuk keperluan ekspedisi. 

Kayak type OLO yang di gunakan adventure of the year 2015 ini, selain bentuknya yang lebih panjang dan lebih lebar, dengan ukuran 23 feet x 3 feet, di bagian atas kayak terdapat semacam wings untuk membantu stabilitas kayak, sehingga akan tetap bertahan tanpa terbalik jika dihantam gelombang dari bagian sisi kiri dan kanannya, wings ini hampir mirip seperti perahu bercadik yang telah menjadi legenda para pelaut nusantara. 

Di lautan Bermuda yang tenar dan banyak masuk majalah misteri itu, Aleksander Doba mematahkan wings tersebut karena sejak awal merasa tidak nyaman dengan benda itu, Ia tidak terlalu perduli dengan fungsinya yang sebagai stabilizer, atau membantu posisi kayak tetap terapung dengan bagian atas yang tetap stabil jika ada ombak. Doba mematahkan wings tersebut dan menutup lobang bekas tiang wings dengan lakban, kemudian ia melanjutkan perjalanannya dengan enjoy.

Saking enjoynya, pada beberapa kesempatan ia bahkan polos mengendarai kayaknya, alias tanpa memakai baju dan celana, dan katanya ini membuatnya nyaman, tentu ini ia lakukan jika jauh dari pantai, dan tidak sedang berpapasan dengan pelaut lainnya.

“… saya tidak pernah merasa takut di tengah laut sendirian, saya bahkan sangat menikmatinya. Hal yang membuat saya takut itu dulu, ketika saya mendayung di sungai Amazon, saya di rampok oleh dua orang bandit di Brazil bersenjatakan golok dan pistol, mereka mengambil barang barang saya, saya pikir mereka tidak akan meninggalkan saya dalam keadaan hidup. But they leave me alive… thats moment I really feel  fear in my adventure…”

Saat di tanya apakah mungkin ia akan melakukan hal semacam ini lagi dikemudian hari, Doba hanya menjawab 

“… I'm not going to repeat paddling the Atlantic Ocean, but paddling something else … maybe…”

Dan ini salah satu hal yang mungkin akan memotivasi kita dari ucapan si kakek petualang ini

“…I have two sons and two grand daughters. I hope they will learn not to be afraid to dream, turn dreams into plans, and bring plans to reality. Then there is [the] satisfaction of great achievements.”

“..Saya memiliki dua orang putra, dan dua orang cucu perempuan. Saya harap mereka belajar untuk tidak takut bermimpi, ubah mimpi ke dalam rencana, dan bawa rencana ke dalam realitas atau kenyataan, dan kemudian akan ada sebuah kepuasan dalam sebuah pencapaian besar…”

Jadi apakah kita mendengar nasehat si kakek  ini, Aleksander Doba, Adventure of the year 2015…?



Salam.
Please share if you like this article

Baca juga : Lima film pendakian gunung terbaik sepanjang masa
Sourche : National Geographic Adventure

No comments:

Post a Comment

Tulisan Terbaru

PEMUNCAKAN DAN TRAGEDI DI GUNUNG PALING SULIT DI DUNIA

Gunung K2 yang merupakan gunung tertinggi ke-2 di dunia dan merupakan satu-satunya gunung 8.000 meter yang belum tersentuh puncaknya pa...