Wednesday, 23 September 2015

Cheryl Strayed in PCT, dan tiga perlengkapan hiking yang tidak dijual di toko outdoor manapun



Pernah menonton film Wild yang dibintangi Reese Witherspoon...?

Saya yakin banyak teman teman di sini yang sudah menonton salah satu film terbaik tahun 2014 tersebut. 

Apa yang paling menarik dari film tersebut, the beautiful Reese Whiterspoon, emosi dan jalan cerita yang menggugah banyak penonton, atau apa ?. 

Tentu untuk kita yang suka menggedong ransel dan tidur di tenda, daya tarik terbesar film ini adalah lokasinya, latar belakangnya, dan tentunya, adalah profil PCT atau Pacific Crest Trail, salah satu jalur trek terpanjang dan paling populer yang ada di Amerika, membentang hampir 2.663 mile atau kurang lebih 4.286 km, dan biasanya bisa dikelarkan oleh para trekker selama lebih dari 3 bulan perjalanan.

PCT berawal dari wilayah Campo di California, melewati Oregon, Washingon, kemudian finish di British Columbia, Kanada.

Tentunya berjalan kaki sejauh 40 km setiap hari dalam waktu empat bulan tanpa henti bukanlah pekerjaan gampang,  banyak hiker dan trekker yang tumbang bahkan ketika baru memulai di titik awal, dan hanya yang tertangguh yang bertahan. 

Ketangguhan melalui semua trail atau jalur yang menghubungkan Amerika dan Kanada ini, tentunya tidak dapat diukur dari model fisik dan tubuh atletis semata, buktinya banyak yang berguguran diawal adalah orang orang yang hadir dengan fisik sempurna dan otot yang bertonjolan di sana sini. Namun baru beberapa hari melangkah melewati gurun yang gersang, rumput yang kemuning, atapun salju yang memutih, banyak orang orang  tersebut yang kemudian meletakkan carier, untuk kemudian memutar langkah.

Menyeselesaikan trek sejauh 4000 km tidak cukup dilakukan hanya dengan sesumbar, otot besar, dan gears bermerek saja. Untuk dapat mengangkat tangan penuh kelegaan di ujung jalur di wilayah British Columbia, atau dalam film Wild, Cheryl Strayed, ia finish di Bridge of Gods, yang dibutuhkan, dan yang paling menentukan adalah mental dan keteguhan untuk melalui semua lintasan, dalam kelelahan, dan mungkin rasa bosan, namun tetap untuk tidak kehilangan semangat dan antusias.

Semangat, keteguhan, antusias, adalah sesuatu yang tidak dapat dibeli di toko toko outdoor kelas dunia sekalipun, seperti Rei, The North Face, Mountain gears, Moosejaw, Backcountry, atau yang lainnya. Tetap semangat disaat tubuh terasa berat, tetap melangkah dikala separuh hati sudah ingin menyerah, dan tetap terus berjalan dengan penuh antusias, meskipun semua anggota tubuh sudah malas, adalah milik orang orang khusus, orang orang yang kadang hanya memiliki tubuh kecil dan otot tak seberapa, atau malah kadang milik orang orang big size dengan segala kepayahannya dalam bergerak. 

Yang pastinya semangat, keteguhan, dan antusias adalah milik orang orang istimewa, bagaimanapun bentuk fisik dan rupa mereka.

Mojave Desert salah satu lintasan dalam Pacific Crest Trail atau PCT

Melihat foto foto lintasan PCT yang begitu indah ini, apalagi dilakukan dengan solo, tidak mudah untuk tidak membayangkan bagaimana indahya dan menyatunya kita dengan alam selama perjalanan. Ingin rasanya suatu ketika ada juga sebuah tempat di Indonesia yang juga memilki jalur trail panjang seperti ini, yang mungkin bisa membentang dari Indonesia, Brunei Darussalam, hingga finish di gunung Kinabalu Malaysia, misalnya.
 

Saya pernah menulis sebuah artikel tentang jalur hiking trail yang  ada di provinsi Bengkulu, yang pernah saya lewati saat masih SMA dulu, dan jika dikembangkan mungkin jalur ini bisa memakan waktu hingga satu minggu untuk diselesaikan. Medannya pun cukup bervariasi untuk dilewati, mulai dari persawahan, perkebunan kopi penduduk, hutan liar Sumatera, mendaki Bukit Barisan, perkebunan teh, air terjun, sumber air panas, dan akhirnya finish disebuah gunung setinggi kurang lebih beketinggian 2000 Mdpl, yang juga menjadi kebanggaan daerah Curup di Bengkulu.

Saya yakin pasti daerah lain juga memiliki ide yang lebih dari itu, umpamanya lintas propinsi atau malah lintas pulau. Namun yang menjadi salah satu kendala yang juga perlu dipertimbangkan adalah faktor keamanan, karena kita tahu sendiri, di negara kita, keamanan dalam bepergian jauh melintasi banyak medan dan teritori, adalah sebuah hal yang tidak gampang. 

Banyak tujuan orang dalam memutuskan untuk menyelesaikan sebuah rute perjalanan yang panjang, apalagi hingga berbulan bulan seperti Pacific Crest Trail ini. Dan apa yang Cheryl Strayed temukan dalam perjalanannya dalam film Wild adalah salah satu alasan yang sangat bagus untuk melakukan perjalanan ini. dalam film tersebut, Cheryl melakukan sebuah perjalanan melintasi Gurun Mojave, Kennedy Meadows, Oregon, hingga di Brigde of Gods, adalah dalam upaya ziarah menyusuri kekelaman masa lalunya sendiri, hingga kemudian ia berhasil melahirkan jiwanya kembali dalam sebuah harapan baru, kekuatan baru, dan semangat dalam menempuh hidup yang juga baru.

Bridge of Gods, Cheryl Strayed journey finish here

Cheryl Strayed berbadan kecil, ia perempuan, tas yang ia bawa disebut monster saking besarnya, lima mil diawal perjalanan ia hampir menyerah, perlengkapan yang ia gunakan beberapa di antaranya adalah bukan yang termahal, pengalamannya dalam dunia trekker masih tergolong amatiran, namun ia mampu menyelesaikan langkah yang dimulainya. Meskipun tidak sampai hingga di Kanada, namun maksud dan tujuan ia melakukan perjalanan tercapai, ia melanglah untuk introspeksi, dan ia berhasil.

Semangat, keteguhan, dan tetap antusias, adalah tiga hal yang menbuat Cheryl tetap bertahan, bahkan diwaktu teman temannya yang paling kuat pun sudah tumbang.
 

Ketika menulis ini, harus saya akui, saya banyak kekeringan ide, jadi akan saya tutup saja tulisan ini dengan sebuah kalimat yang menurut saya indah untuk orang yang gemar berjalan di alam seperti kita.

Sebenarnya saya ingin bercerita juga tentang El Camino De Santiago De Compostela yang ada di Spanyol, sebuah rute trekking untuk penganut katolik, yang dewasa ini orang orang melintasinya sudah bukan untuk alasan religious saja, namun juga karena alasan lain, seperti olahraga, hiburan, ataupun alasan lainnya, yang sama sekali tidak ada hubunganya dengan dunia katolik.

Beberapa hari ke depan Insya Allah saya akan menulis tentang beberapa rute trail lain yang juga populer di dunia, seperti El Camino de Santiago de Compostela ini, juga tentang Inca Trail di Peru, GR20 di France, Pays Dogon di Mali, Baltoro Glaciers & K2 di Pakistan, The Haute Route di France –Switzerland, Overland Track di Australia, Routeburn Track di New Zealand, dan tentunya Everest Base Camp di Nepal.

Dan seperti yang kita ceritakan, untuk menyelesaikan rute ini, dibutuhkan banyak semangat, keteguhan, dan juga antusias tentunya.

Reese Whiterspoon or Cheryl Strayed in Kennedy Meadows

“… Hampir mustahil untuk tetap merasa stress di tengah rindangnya pepohonan, dan jalur pegunungan yang membentang, memang di sana tidak ada wifi yang akan membuat anda terkoneksi secara global, namun di alam, anda akan menemukan hubungan yang sesungguhnya, hubungan kepada alam, lingkungan, diri anda sendiri, dan juga kepada Tuhan…” 




Salam
Please share and comentif you like this article
Baca juga : Doug Hansen in Everest 2015

2 comments:

  1. saya baru saja selesai ntn film "Wild", dan saya mencoba mencari apakah ada di negara kita jalur hiking sprti PCT. Ternyata belum ada,tapi semoga besok saya berharap ada sama sprti yang kalian harapkan.
    saya suka bgt dengan kata" penutup yang di bagian akhir, seperti sebuah kebenaran hakiki bahwa kebahagiaan ada dimana-mana, tapi yang pasti ada di alam ciptaan Tuhan yang maha kuasa. Saya kutip ya kata" penutupnya :)

    ReplyDelete
  2. Saya sangat mengidolakan jalur treking PCT dan berharap ada di Indonesia. Filmnya juga ajiiib banget dah terpuaskan dan terutama pemandangan PCTnya yg bikin eyegasm 😀

    ReplyDelete

Tulisan Terbaru

PEMUNCAKAN DAN TRAGEDI DI GUNUNG PALING SULIT DI DUNIA

Gunung K2 yang merupakan gunung tertinggi ke-2 di dunia dan merupakan satu-satunya gunung 8.000 meter yang belum tersentuh puncaknya pa...