Monday, 17 August 2015

Hanya satu orang yang layak menggantikan posisi petualang legendaris dunia satu ini





Beberapa bulan yang lalu dunia petualangan dunia dikejutkan dengan kematian seorang pionir dalam beberapa model petualangan ekstrim dunia. Dean Potter, salah satu professional rock climber, free solo rock climbing, free base jumper, dan skyline walker, tewas dalam sebuah musibah yang merenggut nyawanya saat terjun dari salah satu tempat free base jumping paling terkenal di dunia, Yosemite National Park.

Pristiwa yang mengakhiri karier petualangan Dean Potter ini terjadi pada tanggal 16 Mei 2015 silam, saat itu, ia terjun bersama salah satu sahabatnya, Graham Hunt yang juga tewas dalam pristiwa naas tersebut.

Segera saja dunia petualangan professional dunia berkabung dengan kepergian Dean, utamanya klub klub rock climbing dunia. Banyak perkumpulan dan group group rock climbing dunia membagikan foto dan dan profil Dean Potter dalam kronologi mereka di sosial media, sebagai tribute dan penghormatan terakhir untuk sang legenda. Tidak terkecuali juga para adventure rock star lain yang begitu terpukul dengan kepergian mendadak sang pionir ini, hingga hampir sebulan kisah kisah Dean Potter masih bersliweran di sosial media, dalam upaya mengingat dan mengenang kedekatan mereka dengan sosok Dean yang terkenal rendah hati ini.
Dean memang terkenal sebagai sosok yang humble dalam pergaulannya, kariernya yang meroket dan reputasinya yang tinggi dalam dunia petualangan dunia tidak membuatnya besar kepala, beberapa top rock climber lain malah menganggap beliau seorang guru yang memberi teladan dengan sangat baik kepada para juniornya. 

Dean adalah salah satu bintang rock climbing dunia yang kreatif dengan terobosan dan ide ide barunya dalam dunia petualang professional dunia. Ia adalah orang yang petama kalinya memperkenalkan jenis free solo big wall climbing style, sebuah teknik pemanjatan tebing besar dengan ketinggian diatas rata rata 300 an meter dengan perlengkapan minimal, hanya sepatu, tali, carabiner, sedikit gears lain, dan sekantong chalk bag saja. Hal ini tentu saja membuat para rock climber junior menganggapnya sebagai sesuatu yang sangat menyeramkan, mengerikan, penuh dengan resiko dan kematian.

Selesai dengan mempopulerkan teknik free solo big wall climbing style, Dean kembali memperkenalkan sebuah jenis petualangan kelas atas yang baru, petualangan yang hanya memiliki satu resiko dalam melakukannya, yaitu kematian. Dean memperkenalkan sebuah jenis olahraga adrenaline yang biasa kita lihat pada sirkus dan pertunjukan sulap lainnya, yakni berjalan diatas seutas tali yang membentang di ketinggian. Jika di sirkus para pemain melakukannya dengan ketinggian 10 meteran atau sedikit lebih tinggi, maka di alam bebas Dean melakukannya diatas ketinggian ratusan meter dari permukaan tanah.

Dan hal ini juga yang menjadikannya lagi sebagai seorang adventure of the year pada tahun 2009, ketika ia melakukan aksi gilanya itu diatas ketinggian ribuan feet diatas Grand Canyon National Park, Utah.

Beberapa waktu kemudian Dean Potter kembali menyulut adrenaline yang lebih gila, dengan memperkenalkan sebuah jenis model panjat tebing yang ia sebut sebagai free base. Free base yang Dean maksud adalah sebuah jenis olahraga menantang maut yang dilakukan dengan memanjat tebing tebing tinggi yang masuk kategori big wall, hanya dengan bersenjatakan sepatu climbing, chalkbag, dan parasut atau yang berguna sebagai antisipasi jika ia terjatuh.

“Safey third “  adalah salah satu motto nyeleneh yag tertulis di atas salah satu kaos yang dikenakan teman Dean Potter saat menceritakan bagaimana jenis petualangan mengerikan ini, sangat berisiko bagi orang lain, kecuali Dean, Dean Potter adalah pengecualian katanya.

Melihat apa yang ia lakukan dalam dunia rock climber dan petualangan dunia selama hampir 20 tahun terakhir, banyak juga orang yang mencibirnya saat ia menemui kematiannya dalam pristiwa maut di Yosemite saat itu. Banyak orang yang mengatakan bahwa Dean yang selalu berdiri di atas situasi berbahaya dan mematikan, penuh resiko dan kematian, adalah seorang yang narsis,  atau selfish monster yang hanya akan menyakiti keluarga dan saudaranya dengan cara kematian yang dipilihnya.

Komentar komentar miring seperti itu dibantah dengan keras oleh salah satu orang yang palig memungkinkan menjadi penerusnya, dan saat ini adalah kandidat paling layak untuk menggantikan posisi Dean Potter, salah satu murid didikan Dean juga, dan orang tersebut adalah Allex Honnold, orang yang saat ini di anugrahi sebagai raja rock climbing dunia, untuk kategori free solo big wall rock climbing, sebuah model panjat tebing yang diperkenalkan pertama kali oleh Dean potter.

“..Orang orang yang berkomentar miring seperti itu hanya karena melihat apa yang Dean lakukan melalui youtube yang durasinya hanya beberapa menit, mereka tidak pernah bertahun tahun berada bersamanya. Dean tidak sembarangan memilih cara hidupnya dengan menjadi pecandu adrenaline sepanjang hidup, dengan resiko tinggi dan kematian. Dean adalah sosok orang yang sangat disiplin dalam melatih diri dan kemampuannya, dia jenis orang yang konservatif, yang tidak melakukan segalanya aksinya dengan instan dan tanpa persiapan, Dean melatih kemampuan dengan perlahan, melalui persiapan fisik dan psikologis….”

Ini tulisan Allex Honnold dalam majalah Time, sebagai pembelaannya untuk Dean.

Beberapa saat setelah kematian Dean, orang orang mulai melihat dan mencari siapa yang paling tepat dan pantas untuk menggantikan posisinya, dan tidak ada orang yang paling ideal meneruskan semangat Dean, mennggantikan posisinya sebagai legenda pengambil resiko tinggi yang kreatif, inovatif, dan juga penuh perhitungan, dan cukup bijaksana dalam sepak terjangnya, serta memiliki hati yang juga humble dan terbuka. Tidak ada orang lain yang lebih pas selain Allex Honnold, Allex adalah reinkarnasi Dean Potter dalam kaitannya mengenai dunia yang mereka geluti. ( setidaknya ini adalah menurut pendapat dan opini saya secara pribadi, orang lain bisa saja berbeda ).

Allex adalah salah seorang bintang panjat tebing yang penuh antusias, tidak banyak bicara, ia akan menunjukkan kemampuannya melalui aksi nyata dengan merayapi tebing tebing tinggi tanpa pengaman dan tanpa teman. Allex telah banyak mencetak rekor dunia untuk bidang yang ia geluti ini. Beberapa waktu lalu saya mendapati sebuah gambar yang  menunjukkan Allex sedang berlatih slackline, sesuatu yang katanya, sebagai upaya teladannya terhadap sosok Dean Potter.

“…He is young crazy guy, he didn’t talk about bla bla bla…, he just says, let’s do it…” 

Itu adalah kalimat dari jawara speed climbing gunung dunia, Ueli Steck, saat berkomentar mengenai Allex Honnold.

Ya Allex Honnold adalah sosok yang paling tepat menggantikan Dean Potter, dia yang akan menjadi raja selanjutnya dalam dunia yang telah dicetuskan oleh Dean.

Only this guy deserve to replace Dean Potter potition in worldclass profesional adventure, only Allex Honnold, the guy who says…”

“… The mountains are calling, and we must go…”



Salam.
Please like and share if you like this article

Baca  juga tentang salah satu legenda seven summit dunia ini disini

No comments:

Post a comment

Tulisan Terbaru

PEMUNCAKAN DAN TRAGEDI DI GUNUNG PALING SULIT DI DUNIA

Gunung K2 yang merupakan gunung tertinggi ke-2 di dunia dan merupakan satu-satunya gunung 8.000 meter yang belum tersentuh puncaknya pa...