Monday, 31 August 2015

Di seluruh dunia, inilah lima gunung yang paling sulit untuk di daki


Di Indonesia, di tanah tumpah darah Ibu Pertiwi ini, kita juga banyak mengenal istilah ter-, yang melambangkan pengertian dari kata paling. Contohnya terdalam, terkering, tertinggi, termurah, tercantik, terbaik, dan ter ter yang lainnnya, namun kata terlalu tidak temasuk lho ya, itu sudah masuk hak intelektual dan trade marknya bang Haji Rhoma.

Baiklah, jika dua postingan sebelumnya saya telah mengajak sahabat semua untuk berbicara masalah lima film pendakian terbaik sepanjang masa, kemudian ada lima pendaki perempuan super cantik yang akan membuat kita jatuh hati. Kali ini saya juga akan mengajak sahabat semua untuk mengenali lima gunung di dunia yang paling sulit untuk di daki.

Tidak tahu juga secara pasti mengapa saya lebih tertarik menulis angka lima saja beberapa hari ini, namun yang jelas semoga saja postingan yang sifatnya pandangan umum dan data ini tidak membuat sahabat pembaca semua menjadi bosan.

Jika di Indonesia, khususnya di pulau Jawa, kita mengenal gunung Raung, sebagai gunung dengan predikat tersulit untuk di daki, karena tidak saja dibutuhkan kemampuan seperti mendaki gunung gunung Indonesia pada umumnya, yang medannya rata rata bisa ditempuh dengan hiking, dan medan jalan yang menanjak, namun di Raung sedikit skill dan kemampuan rock climbing juga mesti dimiliki. Lainnya kita juga mengenal gunung Leuser yang menyandang predikat sebagai gunung dengan jarak tempuh terjauh di kelas gunung hutan Indonesia, dibutuhkan hampir dua mingguan pulang pergi untuk dapat mengunjungi gunung yang terletak di propinsi Nangroe Aceh Darussalam ini.



Di tanah Jawa, yang menyandang gunung dengan trek terjauh dan waktu tempuh terlama tentu adalah gunung Argopuro di Jawa Timur, di butuhkan hingga lima hari waktu ideal, termasuk perjalanan turun, untuk dapat mengunjungi gunung yang terkenal dengan puncak Rengganis dan Telaga Taman Hidup ini. Sementara predikat gunung tertinggi Indonesia, tentu tidak akan pernah tergantikan, sebuah gunung dengan salju abadi di puncaknya, dengan pesona gigir karang yang menjulang mempesona, dengan warna biru air danau di ketinggiannya, ya Cartenz Pyramid adalah the tallest Indonesian mountain’s.

Cartenz Pyramid atau pegunungan Jaya Wijaya juga merupakan sebuah gunung yang masuk dalam list grand slam pendakian paling populer di jagad raya, world sevent summit. Jadi kita cukup bisa berbangga, di negeri yang iklimnya tropis, penduduknya ramah dan sangat welcome dengan tamu, sebuah gunung dengan pamor dunia menjulang tinggi di atasnya.

Baca juga : pria yang bersahabat dengan badai

Oke, selanjutnya mari kita membahas apa yang telah menjadi judul postingan ini tadi, Top five difficult mountain to climb in the  world.
 
Ini adalah list lima besar untuk gunung gunung di seantero jagad raya yang memiliki predikat sebagai gunung yang paling sulit untuk didaki. Kesulitan ini bisa karena cuacanya yang terlalu ekstreme, tidak bisa diduga, atau medannya yang nyaris vertikal, sehingga seakan mustahil untuk di daki.

Baik berikut listnya, saya susun berdasarkan kategori sulit, lebih sulit, hingga yang tersulit :
 
1.       Gunung Annapurna

Puncak tertinggi Annapurna berdiri di atas elevasi 8.091 Mdpl, atau 26.545 ft.

Annapurna adalah salah satu dari deretan pegunungan Himalaya yang memiliki banyak puncak, luasnya hampir 7.629 kilometer persegi, dengan seluas ini, Annapurna merupakan areal konserasi terluas di Nepal, sebuah areal konservasi yang memuat banyak trek pendakian gunung kelas dunia, termasuk Annapurna sirkuit trek di dalamnya.

Puncak tertinggi Annapurna ( 8.091 Mdpl ) merupakan puncak tertinggi ke sepuluh di dunia, selebihnya ada tiga belas puncak Annapurna yang memilki ketinggian di atas 7000 Mdpl, dan sekitar 16 puncak lainnya yang memiliki ketinggian di atas 6000 Mdpl lebih.

Puncak Annanpurna masuk dalam jajaran gunung yang paling susah untuk di daki, hingga data terakhir, tercatat sudah ada 61 orang meningal di gunung tersebut, bahkan tahun 2014 saja, ada 39 orang pendaki tewas dihantam avalance, atau longsoran salju bercampur salju dan bebatuan, yang meyapu dengan dahsyat di sekitar jalur trekking Annapurna

Rasio kematian para pendaki gunung di Annapurna bahkan tercatat hingga 32%, sebuah angka yang sangat tinggi. Dan menurut berbagai sumber jalur sisi selatan Annapurna, adalah jalur yang paling sulit untuk di daki.

Ada sebuah kisah dramatis yang menjadi sangat populer di dunia pendakian gunung dunia, ketika untuk yang pertama kalinya, tim pendaki perempuan dari Amerika Serikat pimpinan Arlene Blum menjadi orang Amerika pertama yang berhasil mendaki Annapurna I, sebelumnya nama nama besar seperti Chris Bonington, Herzog, adalah orang orang yang telah menjejakkan kakinya di puncak Annapurna lebih dahulu.

Namun kisah pendaki perempuan di Annapurna ini lebih banyak menarik minat orang, bahkan Arlene Blum menulis secara khusus kisah pendakiannya ke Annapurna ini dalam sebuah buku berjudul sama dengan nama pegunungan sulit tersebut, Annapurna.

Annapurna

2.       Gunung Matterhorn

Ini mungkin adalah salah satu gunung yang sering kita lihat gambarnya di internet, sebuah gunung salju yang menjulang seperti tanduk, melihat gambarnya saja kita sudah dapat membayangkan betapa sulitnya pendakian ke puncaknya.

Dalam bahasa Jerman, Matterhorn sebenarnya memilki pengertian “ Menara dari pada rumput”, memang asal nama Matterhorn diambil dari suku kata bahasa Jerman.
Ada yang berpendapat begini tentang mendaki ke Matterhorn

“ Mendaki ke puncak Matterhorn adalah sangat mudah sekaligus sangat sulit, tergantung jalur mana yang anda ambil…”

Matterhorn memiliki empat sisi jalur pendakian dengan tingkat kesulitan masing masing, ada jalur utara, jalur selatan, timur, dan juga barat. Namun yang mungkin paling sering kita lihat tampilannya di wallpaper windows sebagai image gunung Matterhorn adalah sisi bagian timur

Pendakian ke puncak Matterhorn telah di upayakan sejak tahun 1800 an lampau, namun hampir sepuluh tahun kemudian baru berhasil. Dan upaya pendakian ke puncak gunung tanduk ini tidak bisa lepas dari salah satu nama besar alpinis dunia dari Perancis, Jean Antonie Carrels, yang menjadi orang pertama yang berhasil menjejakkan kakinya di gunung runcing ini

Baca juga : Sebelum tewas terjatuh dari tebing, pendaki ini bergaya dengan sangat hebat

Pada upaya pendakian pertamanya ada lebih dari empat orang tewas, bahkan salah satu pendaki tidak di ketemukan mayatnya hingga saat ini, salah satu yang menjadi mimpi buruk pendaki saat berusaha meraih puncak Matterhorn adalah cuaca yang dapat berubah dalam hitungan detik, hingga beberapa orang yang mengambil jalur termudah, bisa saja menjadi jalur tersulit saat cuaca buruk.

Matterhorn 

3.       Cerro Torre ( Patagonia )

Melihat bentuk barisan puncaknya saja, mungkin hampir semua orang akan sepakat adalah sebuah kegilaan dan mustahil bisa menjejakkan kaki di puncaknya.

Namun seperti kata salah satu Mountaineer dunia, “ mengapa kami mendaki gunung, ya karena gunung itu ada di sana, jadi kami daki..”, Cerro Torre dan adiknya, puncak yang lebih rendah, Fizroy, juga menjadi medan tempur banyak rock climber dunia, banyak yang berhasil, namun tidak sedikit juga yang gagal.

Salah satu fakta kontroersial yang menarik dari pendakian gunung Cerro Torre ini adalah kisah tentang Maestri, seorang yang menjadi mountaineer dan banyak mengeluarkan keterangan kontroversial yang bahkan banyak dianggap bohong tentang Cerro Torre.

Maestri adalah orang pertama yang mengklaim dirinya berhasil mendaki hingga puncak Cerro Torre, ia menyebutkan mendaki bersama seorang temannya bernama Toni Egger, namun Egger tewas diterjang avalance dalam perjalanan turun, dan kamera yang mereka bawa tidak pernah ditemukan.

Kemudian pada tahun 2005, Ermando Salvaterra, Rolando Garibotti, dan Alessandro Beltrami, sebuah tim alpinis dari Italia, berhasil memuncaki Cerro Torre dari jalur yang disebut Maestri, dan fakta mengatakan, mereka tidak pernah menemukan bekas bolt, anchor, tali, hanger yang di gunakan Maestri, bahkan deskripsi nya pun berbeda dengan apa yang disampaikan Maestri.

Beberapa tahun kemudian, Maestri bersama kawan kawannya kembali datang ke Cerro Torre, dan berhasil memanjat hingga ketinggian kurang dari 60 meter dari puncak tertinggi dari jalur tenggara, dan Maestri beralasan jika puncak tersebut bukanlah termasuk bagian dari gunung karena terpisah oleh semacam padang es, dan ia memutuskan tidak melanjutkan pendakian ke puncak. Jalur yang dibuat Maestri ini terkenal dengan nama Compressor Route.

Mengapa disebut compressor route..?

Karena pada pemanjatan ini, Maestri memasang sekitar 350 buah bolt / baut yang menempel di dinding batu Cerro Torre, dan ia melakukan itu dengan bantuan sebauh compressor bor bertenaga gas, compressor tersebut mereka tinggalkan di sebuah bolt paling puncak, hingga membuat jalur ini diberi nama Compressor Route.

Karena kelakuannya yang tidak fair ini, Maestri banyak di kritik dalam dunia panjat tebing dunia.

Cerro Torre atau Patagonia

4.       Nanga Parbat

Ada sekitar 35 orang tewas dalam usaha pendakian ke puncak setinggi 8.125 Mdpl ini sebelum akhirnya berhasil di puncaki oleh Hermann Buhl, seorang pendaki legendaris dari Austria,

Nanga Parbat adalah gunung tertinggi ke delapan di dunia yang terletak di wilayah Pakistan. Dan prosesi pencapaian puncak yang pertama kali atau sering disebut first ascent terjadi dengan sangat dramatis, begini ceritanya ;

Ketika Hermann Buhl sampai di ketinggian kurang lebih sekitar 1300 mdpl di bawah puncak Nanga Parbat, seluruh anggota timnya memutuskan untuk turun karena kondisi sudah tidak mengizinkan untuk dilawan, dan hanya ia seorang diri yang bersikeras ingin melanjutkan ke puncak, sehingga ia pun di tinggal seorang diri di gunung maut tersebut.

Hermann Buhl melanjutkan ke puncak dengan perjuangan berat dan penuh susah payah, hinga akhirnya ia tiba di puncak Nanga Parbat kemalaman, atau terlambat dari waktu yang semestinya, dikarena route dan jalur yang ia gunakan ternyata kesulitannya di luar prediksi.

Setelah mencapai puncak, tidak lama kemudian ia melanjutkan turun, namun karena terperangkap dalam gelap, entah bagaimana cramponnya hilang, dan tentu saja itu mempersulit perjalanan turunnya. hingga malam itu Hermann Buhl terpaksa tidur di bivak es dalam posisi berdiri, terkadang ia terpejam, terkadang terjaga, dengan satu tangan tetap berpegangan pada kapak es di dinding gunung yang membeku, hingga pagi.

Baca juga : Kamukah orangnya yang melakukan hal ini pada ibumu..?

Kemudian ia melanjutkan turun lagi ke camp berikutnya, hingga akhirnya tiba di camp yang aman bersama teman lainnya yang sudah menunggu, 40 jam setelah berangkat ke puncak, Hermann Buhl sudah tidak memiliki tabung oksigen lagi, hingga pendakian itu ia lakukan tanpa tabung oksigen.

Dan pendakian Hermann Buhl ke Nanga Parbat ini adalah pendakian pertama di dunia yang dilakukan secara solo dan tanpa tabung oksigen untuk gunung dengan ketinggian di atas 8000 Mdpl.

Nanga Parbat

5.       K2

Everest boleh lebih tinggi, ribuan orang boleh mengantri ke puncak tertinggi di dunia itu, namun K2 beda cerita, hanya orang dengan predikat super luar biasa saja yang bisa menjejakkan kaki di puncaknya.

Ratusan orang bisa membuat rencana untuk mendaki ke Everest, dan mereka berhasil melakukannya. Namun di K2, dari ratusan orang yang mendaki, hanya akan ada sebagian kecil yang bisa mencapai puncaknya, memang K2 lebih rendah dari Everest, namun soal tingkat kesulitan, K2 adalah rajanya.

K2 merupakan gunung tertinggi ke dua setelah Everest, berdiri di atas elevasi 8.611 mdpl, atau 28.251 ft. Selain populer dengan nama K2, gunung ini juga sering disebut dengan sebutan Savage Mountain atau gunung kejam, karena tinggal kesulitannya.

Satu orang pendaki biasanya tewas dari setiap 4 pendaki yang memutuskan mendaki ke puncak, dan gunung ini tidak pernah berani di daki pada musim dingin. Dari 302 orang yang berhasil mendaki K2, 80 diantaranya berakhir dengan kematian.

Ada banyak kisah yang menunjukkan keganasan K2, mulai dari film fenomenal Vertical Limit yang release 2000, kemudian ada K2, tahun 1991, kemudian ada lagi Karakoram & Himalayas yang rilis tahun 2001, kemudian yang terbaru pada tahun 2012 ada The Summit, dan K2, Siren of Himalayas, yang kesemua ini menggambarkan betapa julukan Savage Mountain untuk K2, bukanlah nama kosong belaka.

Salah satu yang membuat cerita hebat di K2 adalah Gerlinde Kaltenbrunner, ia adalah wanita perempuan pertama di dunia yang berhasil mendaki empat belas puncak dengan ketinggian 8000 Mdpl tanpa supplemental oxygen, Gerlinde memperoleh rekor itu ketika menutup list pendakian 8000 meternya di K2.

Tahun 2010, Gerlinde pernah mencoba mendaki K2 bersama seorang atlet ski bernama Fredrick Ericsson yang berkeinginan untuk melakukan ski dari puncak K2, namun Ericsson terjatuh dari ketinggian 1000 meter, dan Gerlinde terpaksa menarik diri untuk turun.

Kemudian tahun 2011, Gerlinde kembali ke K2, tergabung North Pillar Expedition, bersama tiga orang pendaki lainnya ia berhasil mencapai puncak tersulit di dunia itu.

K2 dan Gerlinde Kaltenbrunner di puncaknya

Selain kemampuan yang mumpuni, skill, endurance, fisik yang sehat, faktor keberuntungan juga menjadi penentu keberhasilan dalam pendakian gunung.

Kita mungkin tidak akan mudah bisa menginjakkan kaki di gunung gunung tersulit untuk di daki di dunia tersebut. Namun kita pun harus bangga dengan banyaknya gunung yang ada di Indonesia, meskipun tidak setajam Cerro Torre, tidak semenjulang Matterhorn, dan pula tidak sekejam K2, namun kita tidak boleh meremehkan gunung gunung di tanah air tercinta ini, karena bisa jadi yang kita anggap remeh dan tidak berbahaya, yang justru akan menjadi tempat di mana musibah bisa datang, dan di mana nyawa pun bisa melayang.

Jadi tetaplah berhati hati dalam setiap perjalanan pendakian...


Salam
Please share and coment if you like this article



No comments:

Post a comment

Tulisan Terbaru

PEMUNCAKAN DAN TRAGEDI DI GUNUNG PALING SULIT DI DUNIA

Gunung K2 yang merupakan gunung tertinggi ke-2 di dunia dan merupakan satu-satunya gunung 8.000 meter yang belum tersentuh puncaknya pa...