Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

The North Face Trilogi & Tiga Tebing Pembunuh Para Pendaki Gunung di Sisi Utara

The North Face , nama ini begitu melegenda saat ini, tidak tahu siapa sebenarnya orang pertama yang mendapatkan ide untuk merangkai tiga kata tersebut. Di negara kita, Indonesia, jika disebut nama The North Face , maka sebagian besar   untuk masyarakat awam mungkin yang terbayang adalah sebuah merek yang melekat pada   aneka macam produk pendaki gunung dan aktifitas petualangan. Mulai dari jaket, tas, sepatu, kaos, hingga tenda dan semacamnya. Di antara banyak produk outdoor yang lainnya, yang paling populer memang adalah brand ini, The North Face . Perusahaan ini sendiri yang bergerak khusus memproduksi perlengkapan outdoor, didirikan oleh Douglas Tompkins pada tahun 1966 di San Fransisco, Amerika Serikat. Meskipun Douglas Tompkins tidak begitu lama mengurus bisnisnya ini, karena pada tahun sekitar 1968 ia menjualnya kepada Kenneth Hap Klopp dengan harga kurang lebih $50.000, nama The North Face berkembang menjadi brand dengan tingkat kepopuleran paling besar di dunia,

Perebutan tahta Eiger, dan kemenangan sejati Tenzing Norgay

Ketika perebutan tahta puncak Eiger berlangsung sekitar 90 tahun yang lalu, saat kecamuk perang dunia masih terngiang ditelinga warga dunia. Berlomba lomba berbagai negara Eropa mengirimkan putera terbaiknya untuk bisa menjadi yang pertama kalinya berada di puncak icon pegunungan Alpen ini. Tim dari Jerman, Austria, Inggris, Italia, Perancis dan beberapa negara lainnya berdatangan ke puncak Eiger, banyak diantara mereka yang gagal, bahkan tidak sedikit juga dari anggota tim tersebut yang pulang tinggal nama.  Mereka menjadi korban ambisi dan cita cita negaranya, harus bertarung meregang nyawa di sisi utara gunung Eiger yang melegenda. Ada yang terjatuh, tersengat hyphothermia, dihantam guguran batu dingin North Face yang memecahkan kepala, atau pun hanya tergelincir yang kemudian membawa petaka. Namun korban yang berjatuhan itu tak pernah membuat Eiger sepi peminat, pertarungan terus berlanjut. Para pendaki gunung tetap berlomba untuk bisa menjadi yang ipertama berdiri

Douglas Tompkins, si raja The North Face yang takluk di Patagonia

Journal journal besar petualangan dunia banyak menuliskan berita berkabung saat ini, salah satu pesohor dari salah satu brand dunia petualangan paling populer, The North Face, baru saja meninggal dunia dua hari yang lalu. Douglas Tompkins , atau sering dipanggil Doug Tompkins, atau juga kadang disebut Douglas Thomson , si founder The North Face meninggal dunia saat mengalami kecelakaan kayak di Patagonia dua hari yang lalu. Saat itu Doug bersama enam orang temannya yang lain sedang mengarungi Danau Lago General Carrera di Bagian selatan Chili. Diantara enam orang teman berkayak Doug saat itu, dua diantaranya sahabat terdekatnya, yaitu Yvon Chouinard , seorang pendakil legendaries yang juga merupakan founder dari brand pakaian untuk adventure ternama, Patagonia . Satu teman lain yang juga ikut dalam tragedi tersebut adalah Rick Ridgeway, seorang pendaki gunung tangguh yang pernah menjadi orang amerika pertama yang berhasil mendaki puncak K2 pada tahun 1978. Belum